LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar

daramithak

On

"Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya." – Ir Soekarno

Pernahkah dalam ribuan waktu yang terbuang kita menyempatkan diri untuk merenung dan meresapi kata-kata dari pemimpin pertama Indonesia? Ribuan kalimatnya yang syarat akan kebanggaannya terlahir di bumi pertiwi. Ribuan kata yang dilontarkan untuk pemuda pemudi dikemudian hari dalam menjaga negeri. Pernahkah?

Dulu, pemimpin bangsa begitu yakin dengan kekayaan negaranya, juga yakin pemuda pemudi bangsa dapat menjaga kekayaan Indonesia. Sedang saat ini, kita sibuk meragu di jaman semakin maju. Kita hidup di jaman menghujat negara sendiri begitu mudah. Ketika fakta dan opini terkait ketertinggalan Indonesia diberbagai bidang semakin mudah didapat hanya dengan tarian jari di sebuah layar tipis, ketika bangunan pencakar langit di negara ini kalah kuantitas dari negeri luar. Belum lagi, hidup dengan trend menjelajah negeri orang merupakan sesuatu yang terlihat berkelas dibandingkan menjelajah Indonesia yang juga memiliki kelas keindahan yang patut diperhitungkan.

Kita sadar Indonesia itu luas. Tapi kenapa pandangan kita masih terpaku hanya pada kemewahan urban. Hingga memandang Indonesia hanya daerah yang sering di sorot media. Coba jelajahi tanah air dengan bangga, sama seperti kita yang begitu bangga pelesir ke negara ini dan itu. Dengan begitu, Indonesia dengan potensinya yang melimpah akan kita temukan. Ajaklah generasi muda lain untuk mencintai negeri ini maka apa yang dikatakan oleh Bung Karno “ Beri dia sepuluh pemuda, maka ia dapat merubah dunia” tidak mustahil untuk terjadi.

Ibarat benua tersohor lain, Indonesia-pun sama. Jika kita pikir ulang, Indonesia bisa menjadi sebuah benua yang terdiri dari berbagai negara. Ada negara jawa, negara Sulawesi, negara Kalimantan, negara Bali, negara Sumatera, Negara Papua, negara Madura, Negara Maluku, dan lainnya. Sama saja. Tiap pulau di negeri ini kaya dengan keunikannya, budaya, alamnya hingga makanannya, sama seperti beberapa negara di benua Eropa maupun Amerika. Kalian sudah pernah mengunjungi seluruh Indonesia? Seharusnya kita merasa sayang, jika jawabannya adalah TIDAK.

Salah satu pengalaman berharga yang saya dapat dalam mengenal lebih jauh Indonesia yaitu ketika diberi kesempatan untuk menjelajah Tanah Borneo, yang tanpa diminta memberikan rasa berani untuk menyayangi Indonesia semakin dalam. Satu provinsi saja menyuguhkan puluhan atraksi menakjubkan, apalagi 32 provinsi lainnya. Hitunglah kawan, Indonesia kaya, benar adanya.

Memiliki luas 37.530,52 km2, Kalimantan Selatan hanya 6,98 persen dari luas Pulau Kalimantan. Ukuran yang begitu kecil ketika kita belum mencoba untuk pergi mencari tahu. Bahkan, luas wilayah yang hanya “sedemikian” belum sempat saya kunjungi hingga menyeluruh selama 10 hari menetap. Lima tempat yang membuat saya terkagum dan ingin menginjakkan kaki kembali bersama anak-anak saya kelak, dan menanamkan kecintaan mereka kepada tanah air yaitu :

1. Bukit Batas, Riam Kanan, Kalimantan Selatan

Apa yang kita saksikan di alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak satupun dapat pahami dengan tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati.- Albert Einstein

Bukit Batas merupakan salah satu keagungan alam Indonesia, berlokasi di kabupaten Banjar di desa Tiwingan Baru Kecamatan Ariano. Sebelum menuju desa Tiwingan Baru, Riam Kanan merupakan persinggahan pertama berjarak kurang lebih 65 km dari Banjarmasin. Sepanjang perjalanan yang didukung dengan infrastruktur yang memadai dengan suasana alam yang menenangkan, membuat saya seakan menikmati setiap menitnya dan menyimpan dengan rapi gambaran yang tertangkap mata menuju sudut ingatan berjudul “Saya Pernah ke Sini”.

Ketika kaki ini sampai di sebuah pelabuhan Ariano, Riam Kanan, alam seakan menyambut dengan segala keramahan. Suara beriak air dan angin dengan aroma perairan membangkitkan rasa antusias yang berlebih. Hari itu cukup cerah berawan, seakan Tuhan mengizinkan kaki ini untuk menelusuri salah satu kebesarannya.

Suara khas klotok yang menemani 10 hari saya di Kalimantan Selatan terdengar di bibir danau, memanggil untuk segera menelusuri keindahan yang belum saya rasakan. Rasa kagum semakin berlipat ketika saya begitu dekat dengan salah satu elemen alam. Air danau yang hijau nan bening seakan turut berenang mengantarkan klotok ke pemberhentian selanjutnya. Kali pertama saya bisa mengarungi danau begitu luas. Saya yakin, dilihat sejauh mata memandang kamu juga tidak bisa menebak dimana ujungnya.

Mata juga disuguhkkan dengan Barisan bukit hijau yang memanjang tanpa putus, puluhan rumah kayu sederhana terlihat mengapung dengan beberapa anak berlarian di jalan yang turut mengapung. Lagi, saya kembali mencatatnya di ingatan bahwa ini kali pertama saya dapat melihat manusia dan alam begitu dekat. Selama kurang lebih 30 menit perjalanan menggunakan klotok, tidak hanya mata yang sibuk menjelajah, namun juga pikiran. Mulai dari bagaimana rasanya berada di puncak bukit? bagaimana ratusan pohon itu berbaris dengan rapi? Apakah ada orang yang tinggal di puncak sana? hingga bagaimana rasanya berenang di tengah-tengah danau begitu luas dan dalam? apakah ada hiu atau buaya di dalam danau? Seberapa banyak ikan di sana? Ingin mencari tahu, sayang saya buruk dalam berenang.

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Luas Danau Riam Kanan

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Bukit di danau riam kanan

Kurang lebih 30 menit dengan rasa kagum yang terus mengiringi perjalanan, akhirnya klotok berhenti di salah satu ujung danau, di sebuah pulau kecil yang ditumbuhi penuh dengan pohon pinus. Semilir angin dan suasana begitu tentram dengan riak air danau seperti pengantar tidur bagi siapapun. Pulau ini begitu kecil, tidak ada rumah penduduk, hanya sebuah ratusan pohon pinus tumbuh di timbunan tanah memenuhi pulau. Beberapa bangku kayu sederhana menghadap danau menemani kegiatanmu sekedar merekam keindahan alam sembari melepas penat. Tempat sempurna untuk tidak pernah beranjak.

Menetap beberapa jam di pulau ini memang menggoda, tapi keajaiban lain tidak akan kamu temukan setelahnya. Indonesia bagai kotak pandora yang penuh dengan kejutan jika kamu punya rasa ingin tahu untuk melihat lebih jauh.

Tepat di ujung belakang pulau, kamu akan menemukan Jembatan kayu sederhana yang menghubungkan pulau pinus menuju pulau lain yaitu desa Tiwingan Baru. Seakan siap mengantarmu menuju bagian menakjubkan lainnya.

Suasana damai, kesederhanaan dan keramahan penduduk dengan tatanan perkampungan yang begitu rapih menjadi daya tarik desa dengan luas 125,87 km2 tersebut. Jika kalian terus menelusuri ujung perkampungan menuju arah menanjak kurang lebih 3 km, maka kalian akan sampai pada puncak yang begitu tersohor akan keindahannya di Kalimantan Selatan, Bukit Batas. Lelah setelah mendaki akan terbayar dengan pemandangan replika Raja Ampat. 

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Pemandangan dari Bukit Batas

Pada akhirnya, apa yang sempat terpikirkan terbayar. Merasakan berada di atas puncak bukit dan melihat pemandangan menakjubkan. Kawan, ketika kau melihat alam yang masih berdiri dengan gagah, lantas renungkan di sisi mana kita berhak menyombongkan diri, segala yang kita butuhkan berasal dari alam. Bersahabatlah, jangan tunggu ketika alam mulai lelah.

2. Danau Biru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Sebiru airnya, nama Danau Biru-pun tercipta. Air danau yang begitu bening memudahkan siapa saja melihat kehidupan lain dibawahnya. Ratusan ikan menunjukkan diri disamping bebatuan seakan menari dengan lincah, memanggil siapapun untuk turut berenang bersama. 

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Birunya air danau

Berjarak kurang lebih 2 jam dari Kota Banjarmasin, Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar menyuguhkan atraksi alam dari hasil kegiatan manusia. Sebuah daerah tambang yang akhirnya menjadi kawasan rekreasi yang terbilang murah dan cukup meriah, Murah karena hanya perlu mengeluarkan biaya parkir kendaraan, meriah karena pemandangan yang terbilang mengesankan.

Danau biru muncul sebagai keajaiban bekas tambang kapur. Disebut kejaiban karena memang tidak lepas dari sebuah keberuntungan. Beruntung karena alam di daerah ini membalas dengan sebuah keindahan alam lainnya. Biru air dikelilingi oleh tebing kokoh yang menjorok ke arah danau seluas 0,085 ha, menyuguhkan pemandangan eksotis layaknya danau alami.

Ketika alam masih begitu baik, bahkan setelah kita memanfaatkan isinya sedemikian rupa, namun masih mau membalas dengan potensi lainnya yang tidak kalah menakjubkan. Apalagi yang kita ragukan untuk mulai bersahabat dengan alam, terkhusus alam Indonesia. 

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Pemandangan Danau Biru Bagai Danau Alami

3. Pasar Apung, Lok Baintan, Kalimantan Selatan

Setiap daerah memiliki keunikan yang khas, menjadi pengingat siapa saja saat berada di suatu daerah. Kebudayaan merupakan daya tarik dari kebiasaan masyarakat setempat, baik karena menyesuaikan hidup dengan alam tempat tinggalnya maupun warisan dari para terdahulu. Kebudayaan merupakan suatu hal unik yang menjadi pembeda antara daerah satu dengan lainnya. Dan Indonesia, memiliki ratusan di dalam satu badan.

Kalimantan Selatan dengan puluhan anak sungai yang mengalir, menjadi salah satu factor dari kebiasaan unik masyarakatnya. Pasar Apung merupakan salah satu ikon daerah, tempat budaya transaksi jual beli yang jarang ditemui terjadi di Indonesia. Baik penjual maupun pembeli melakukan transaksi menggunakan klotok diatas riak air yang bergoyang.

Salah satu pasar apung di Kalimantan Selatan terjadi di atas riak sungai Martapura, Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pagi hari sebelum matahari semakin meninggi merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi pasar unik ini (pasar berakhir pada pukul 08.00 waktu setempat)

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Suasana pagi menelusuri sungai Martapura

Segar udara pagi Kalimantan begitu terasa selepas klotok bertolak dari warung soto pak Amat yang berfungsi pula sebagai pelabuhan awal. Meski jingga masih berpendar belum menunjukkan sang raja siang, penduduk di pinggir sungai Martapura mulai menyapa dengan kegiatan mereka sembari bertegur senyuman dan lambaian tangan. Satu lagi, keramahan masyarakat Indonesia yang terlihat.

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Pedagang di Pasar Apung, Lok Baintan

Kurang dari 30 menit, mata disuguhkan dengan puluhan klotok yang berisi seorang pedagang dengan keranjang sayuran, buah-buahan, kue yang memenuhi badan klotok. Para pedagang satu persatu dengan semangat menghampiri perahu pengunjung ketika laju mesin klotok pengunjung mendekati area pasar. Secara bergantian pedagang dengan klotoknya yang berbeda akan silih berganti menawarkan barang dagangannya.

Satu lagi yang menunjukkan Indonesia kaya akan sumber daya alamnya, yaitu ketika begitu banyak buah unik yang belum saya temukan di bagian Indonesia yang lain yang dijual oleh para pedagang. Suatu kebahagian tersendiri ketika saya diperkenankan mencoba tanpa membayar sebuah buah dengan bentuk mirip apel dengan rasa yang unik, seperti ada tekstur tepung dengan tekstur gurih apel, tidak asam tidak juga begitu manis. Buah mentega, satu dari kesekian puluhan buah eksotis dari Kalimantan Selatan, dan saya ingin menemukan hal eksotis lainnya yang masih tersembunyi di Indonesia.

4. Desa Tabukan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Ketika alarm tidak lagi berfungsi melainkan suara khas mesin perahu klotok menjadi pengingat pagi, maka bangun adalah hal yang tepat untuk segera menyelusuri Barito Kuala lebih jauh.

Kabupaten Barito Kuala merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan dengan luas 3.284 km2. Berangkat sejauh 47 km dari Kota Banjarmasin menuju Marahaban, pusat kota dari Barito Kuala, sekedar menyembuhkan rasa penasaran menelisik kerajinan rakyat yang keberadaannya semakin jarang ditemui. Anyaman Purun merupakan kerajinan khas daerah yang berbahan dasar dari tumbuhan liar yang tumbuh di daerah rawa-rawa Kalimantan Selatan.

Hal yang membuat saya tidak pernah lupa akan kabupaten Barito Kuala yaitu sungai Barito Kuala yang begitu luas, hingga bisa dilalui oleh kapal yang mengangkut hasil tambang batu bara, rasa antusias dan khawatir bersamaan saat pertama kali menaiki klotok ukuran kecil yang bergoyang seirama riak sungai, hingga beras yang saya santap tiap paginya memiliki tekstur yang berbeda dan memiliki nama yang bagi masyarakat pulau jawa terdengar mustahil “beras Anjir”.  

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Jpeg

Perjalanan dari Marahaban menuju desa tempat industry purun berada memakan waktu kurang lebih 4 jam. Ialah Desa Tabukan, sebuah desa yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Tengah yang dihuni oleh sebagian besar masyarakat suku dayak pesisir. Perjalanan yang dilatarbelakangi oleh rasa penasaran, memberikan suatu pengetahuan tentang salah satu suku di Indonesia, bahwa suku Dayak ada dua kelompok, suku dayak pesisir dan suku dayak pedalaman. Umumnya suku dayak pesisir tinggal dekat dengan sungai, dan masyarakatnya lebih modern, sedangkan suku Dayak pedalaman sebagian besar menghuni daerah hutan dan sedikit tertutup dari pengaruh luar.

Sepanjang perjalanan mata tidak akan lepas dari permukiman warga desa yang kesemuanya rumah panggung dengan pondasi kayu. Sebelah kiri jalan sebuah rawa, sedang kanan merupakan sungai. Hidup warga begitu sederhana, cukup memiliki klotok, keluarga sarat akan rasa cukup dalam menunjang kegiatan sehari-hari.

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Rawa-rawa yang sering ditemui di daerah pedalaman Barito Kuala

Tiba di penghujung wilayah, sambutan hangat di sebuah kediaman sederhana bapak Budi, salah satu pengrajin purun di desa menyambut kami. Saat itu, kami berkunjung bukan di musim tanaman purun sedang panen, sehingga belum berkesempatan untuk turut mencoba merasakan membuat kerajinan anyaman menjadi barang yan memiliki nilai ekonomi (biasanya berupa tas, tikar, topi, dan masil banyak lainnya). Semoga ketika giliranmu tiba mengunjungi daerah ini, kamu bisa memiliki kesempatan yang tidak sempat kami miliki.

Satu yang unik dari pembuatan purun sedari dulu hingga kini, saat semua warga desa terlibat, dengan menggunakan mesin rajut berukuran besar milik bersama, sehingga hasilnya-pun dibagi sama rata. Hidup saling berdampingan dan saling bahu-membahu tiadalah buruk. Jadi bukan hal yang baru untuk saling membantu antar sesama meski dari latar belakang yang berbeda. Indonesia negara Bhineka Tunggal Ika, pendahulupun telah mengajarkannya, jangan sekali kita rusak tapi pelihara.

Segelintir Tanah Borneo Yang Ingin Didengar-Kalimantan Selatan-Adventure-Top Five or Top Ten-Daramithak

Kehidupan sederhana pengrajin purun

Ada catatan dari kerajinan purun untuk di dengar. Produksi purun tidak sebanyak dahulu, bahkan kini pengrajin mulai beralih menjadi pekerja pabrik kelapa sawit, hingga makin jarang kerajinan purun ditemui bila bukan musimnya. Tau kah kamu bahwa anyaman purun dipasarkan hingga Malaysia? Salah satu yang hampir mulai ditinggalkan dan negara lain mulai mengenal. Jangan marah ketika yang lain mulai memperkenalkan bahwa itu milik negaranya, tapi beraksilah mulai dari sekarang sebelum apa yang tidak diinginkan terdengar oleh telinga.

5. Pulau Kembang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Salah satu destinasi yang tidak bisa dilewatkan ketika kaki mulai menginjak kawasan Barito Kuala yaitu Pulau Kembang. Pulau ini merupakan delta yang ditumbuhi oleh berbagai flora, sebagian besar pohon nipah dan dihuni oleh ratusan kera. Semilir angin dengan aroma sungai mengiringi perjalanan kami di pulau kembang sembari berinteraksi langsung dengan hewan mamalia satu itu. Pulau kembang berada di Kecamatan Alalak di Kabupaten Barito Kuala yang berjarak 1,5 km dari Banjarmasin. Transportasi khas Kalimantan akan membawa pengunjung mengarungi sungai menuju pulau kembang selama 15 menit lamanya.

Di beberapa daerah lain yang kini menjadi destinasi Pariwisata cukup terkenal di Indonesia, tidak jarang berakibat pada menurunnya populasi kera, bahkan mereka segera bersembunyi ketika mendengar pergerakan manusia di sekitarnya. Seandainya kita bisa hidup bersisian tanpa harus mengganggu makhluk lain yang tinggal di belahan bumi yang sama, mungkin mereka bisa menjadi teman, membuat perjalanan lebih berwarna. 

Kalimantan Selatan dengan beberapa tujuan yang telah saya bagi cerita, hanya segelintir dari ribuan yang Indonesia punya. Keindahan alamnya, keberagaman masyarakat dan budaya, makanan dengan cita rasa yang beragam tiap daerah, apa lagi yang kurang? Ah iya, kebanggaan kita terhadapnya.

Kawan, semoga dengan kisah pengalaman ini bisa membuat kita mulai melihat Indonesia dari berbagai lensa.

Malang, 29 September 2017



2 Comments

  • FitriyaniRof - 2 weeks ago
    Jadi inget ke sana tahun lalu,ke tanah laut sama tapin. Nice
    • Daramithak - 2 weeks ago
      wah saya belom berkesempatan ke sana ibu, terima kasih untuk meluangkan waktunya