LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Penglipuran, Desa yang Melarang Warganya untuk Berpoligami

nenzquarius

On

Di desa ini warganya tidak ada yang poligami mbk, kalo mereka ketahuan poligami, harus di usir dari rumah dan tinggal di 'karang memadu'. celetuk bli Wayan guide travel saya waktu di Bali.

Beberapa minggu lalu saya dan tempat saya bekerja melakukan perjalanan ke pulau dewata Bali. Kali ini yang membuat saya excited bukan karena liburannya, tetapi objek wisata yang kami kunjungi selama di Bali yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Salah satunya di desa wisata Penglipuran, Bangli ini.

Sebelum terkenal, desa wisata ini memang sudah ada di Bali, hanya saja baru beberapa tahun ini sangat banyak turis asing maupun lokal datang kesana. Saya pun penasaran dengan desa wisata ini, karena mereka masih menjaga tradisi masyarakat Bali yang asli, dengan melihat struktur rumah-rumah di sana yang masih asli dan alami. Terletak di daerah dingin, desa wisata Penglipuran ini sangat sejuk sekali, desa ini juga dijuluki sebagai desa terbersih karena memang saya tidak melihat satu kecil pun sampah yang ada di jalanan desa. Oh iya satu lagi, desa ini pun dijuluki sebagai desa yang anti poligami.

Selain keunikan bangunan rumah yang sama dengan pintu gerbang khas bali yang disebut angkul-angkul di depan tiap rumah warga desa, ada satu lagi yang membuat saya semakin kagum dengan desa adat ini. Selain memiliki budaya menghormati alam sekitar, penduduk desa Penglipuran juga memiliki budaya dan tradisi menghormati wanita. Karena adanya aturan desa yang melarang pria untuk berpoligami, jika ketahuan poligami maka akan mendapatkan hukuman dan dikucilkan dari desa tersebut. Jika kalian ke desa adat Penglipuran, ada sebuah rumah yang terletak di pojok paling ujung dengan tulisan "karang memadu" nah ditempat itulah nantinya pria-pria yang melakukan poligami akan tinggal disana. Namun sampai saat ini, tempat itu masih kosong, yang artinya para pria di desa Penglipuran masih belum ada yang melanggar aturan adat di desa tersebut. Coba saja di seluruh tempat di Indonesia ada aturan seperti di desa adat ini, mungkin tidak ada yang berani berpoligami, hehehe.. 




0 Comments

Be the first to comment.