LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

PAPANDAYAN: Kecantikan Berpadu Dengan Keramahan

abie-nugraha

On

PRELUDE

Si cantik rupa yang ramah. Ya, mungkin sebutan itu yang cocok dan pas untuk menggambar gunung yang satu ini. Karena kecantikannya pula-lah banyak pendaki weekenders dan pemula yang berkunjung kemari sekedar untuk melepaskan penat di akhir pekan. Selain itu gunung ini juga ramah karena jalur trek nya yang sangat friendly. Gak perlu susah payah membawa carrier yang besar, ber-ultralight ria, trail-running, tek-tok, atau sekedar camping cantik bisa dilakukan disini. Papandayan adalah pesona dari Bumi Priangan Timur, terletak di Kab. Garut yang hanya menempuh waktu 2-3 jam dari Kota Bandung. Tempat ini sangat cocok bagi anda yang ingin bertualang di alam bebas tanpa harus repot-repot dengan pemandangan yang mengagumkan.

HOW TO GET THERE

Dari Gerbang Tol Cileunyi, Bandung kita dapat naik bus apapun yang menuju Kota Garut tepatnya ke Terminal Guntur cukup dengan membayar Rp 20.000,- cukup murah bukan? Dari Terminal Guntur kita dapat menyewa angkot apabila rombongan, namun apabila kurang dari 5 orang lebih baik berangkat pukul 5 subuh dari Terminal Garut sehingga tiba di terminal pukul 6-7 pagi sehingga harga angkot tidak terlalu mahal menuju Ds. Cisurupan (Pertama turun di Terminal harga menuju ke Cisurupan Rp 15.000,-). Dari Terminal Guntur lalu turun di Alun-Alun Ds. Cisurupan kemudian menyewa mobil pick up yang dapat menampung sampai 12 orang. Apabila keperluan logistik masih kurang terdapat Alfamart dan pasar tradisional di dekat Alun-Alun Desa Cisurupan, cukup mudah akses nya bukan?

WHAT'S UNIQUE HERE?

Keunikan dari Papandayan sendiri adalah jalur trekkingnya yang landai sehingga cocok untuk pendaki pemula. Awal pendakian dari pos kita melewati kawah Papandayan yang penuh dengan bebatuan sulfur. Sumber mata air di gunung ini mudah untuk didapatkan diantaranya di Pondok Seladah, jangan sekali-kali mengambil air disekitar kawah sebab air tersebut sudah terkontaminasi oleh belerang. 3 tempat yang unik di Papandayan yaitu Hutan Mati, Pondok Selada, dan Tegal Alun. Hutan Mati terdiri dari pohon-pohon yang telah terbakar oleh letusan gunung sehingga tanpa ada daun dengan hanya meninggalkan batang-batang pohonnya saja. Dilokasi ini adalah favorit untuk mengabadikan momen karena keunikannya tersebut. Sedangkan Pondok Selada adalah tempat biasa para pendaki mendirikan camp dan terdapat beberapa bunga Edelweis serta sumber mata air. Tegal Alun saat ini menjadi area Konservasi sehingga dilarang untuk mendirikan tenda disini sebab disinilah banyak bunga Edelweis besar yang berumur puluhan tahun tumbuh dengan suburnya. Pohon-pohon edelweis disini saya rasa cukup berbeda dengan gunung-gunung lainnya sebab ukurannya sangat besar sehingga dapat menyembunyikan 2 orang sekaligus dibalik rimbunnya. Selain itu menurut legenda masyarakat terdapat Harimau Jawa (dalam bahasa Sunda: Maung) yang menjaga daerah ini sampai puncak pada waktu malam hari. Sehingga lebih baik tidak mengusik mahluk yang telah lama mendiami wilayah tersebut bukan?

TIPS

Pendakian Gunung Papandayan nyaman dilakukan sepanjang tahun. Namun apabila tujuan anda menikmati keindahan alamnya datanglah pada bulan Maret-Juni dan Oktober-Desember. Bunga Edelweis tanpa malu bermekaran dengan indahnya serta panorama kota Garut dapat dilihat dari Hutan Mati dan Puncak Gunung Papandayan

BUDJET

Bus Gerbang Tol Cileunyi - Terminal Guntur Garut: Rp 20.000,- /Orang/PP

Angkot Terminal Guntur Garut - Alun-Alun Cisurupan: Rp 16.000,- /Orang/PP

Pick-up Alun-Alun Cisurupan - Camp David: Rp 36.000,- PP /Orang/PP

TOTAL: Rp 72.000,- *) Logistik makanan tidak dihitung



1 Comments