LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

NOWCN Trip: Berakhir di Dewata (part 2)

elsprim

On

North-West Bali

Perjalanan dilanjutkan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sampai ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali Barat. Perjalanan hanya memakan waktu 1 jam. Sampai disana sekitar pukul 20.00 WITA, ada beberapa kejadian yang 'tidak enak' tapi itu merupakan bagian dari perjalanan kami. 

Jadi, beberapa waktu sebelumnya, tour leader kita, Novi sudah memesan homestay di daerah Gilimanuk, kita sudah dijemput oleh Bapak Azhari selaku contact person dari homestay tersebut, namun ternyata terjadi miscommunication oleh pihak homestay dan Bapak Azhari. Ketika kita tiba disana, rupanya kamar yang kita peroleh tidak sesuai dengan pesanan Novi, dan harganya pun lebih mahal (karena backpacker anti mahal, maka kita protes). Karena Bapak Azhari merasa tidak enak dengan kita, akhirnya ia menawarkan homestay sederhana miliknya di dekat Pulau Menjangan. Kita memang berencana ke Pulau Menjangan, oleh karena itu kita oke saja dengan dipindahnya kita ke homestay nya karena harganya juga murah, dan letaknya lebih dekat dengan rencana kegiatan kita esok hari. 

Yang jadi masalah lagi adalah, jumlah kita yang terlalu banyak untuk sebuah mobil Gran-max dan jarak dari Gilimanuk ke Homestay Pak Azhari kurang lebih 30 km. Akhirnya, dengan sedikit dipaksa, bukan sedikit sih tapi dipaksa banget. Didalam Granmax kita isi 12 orang, dan satu orang menggunakan motor bonceng bertiga bersama Pak Azhari. Saya ngakak sih kalau inget karena di dalem mobil itu sempit parahhhh. Karena wilayah Bali Barat masih banyak hutan, di jalan raya itu banyak ular - ular kelindes mobil karena menyebrang sembarangan, kebetulan posisi saya bisa melihat kaca depan, sehingga waktu saya bilang "iiih ada ular kelindes" semua teman - teman saya yang tidak bisa melihat jadi penasaran pengen lihat ular kelindes. HAHA

Sampai di Homestay Pak Azhari, kita dijamu habis - habisan sepertinya karena dia tidak enak dengan kita :") dikasih cendol banyak banget, dikasih makanan - makanan lain juga. Terus kita semua mikir "kenapa liburan kita diikutin orang - orang baik terus ya, Pak Jarno, Azhari..."


Menjangan Island

Saya sudah beberapakali mendengar tentang keberadaan pulau ini. Sangat tertarik, tapi kalau kesini dari Denpasar katanya sih mahal banget. Pulau ini terletak di Barat Laut pulau Bali. Biasanya, wisatawan kesini untuk diving dan snorkeling karena terumbu karangnya emang bagus banget. Dan disini ada palung laut juga, jadi setelah berenang di kedalaman 2 meter, langsung ada palung sedalam 30 meter. Dan jangan tanya lagi keindahan bawah lautnya. The best snorkeling spot I ever had, so far. Crystal clear water, no waves, dan gak usah berenang jauh - jauh untuk melihat banyak ikan. 

Ketika kita para anak pantai yang sudah lama gak ketemu pantai, dipertemukan lagi oleh pantai, kita langsung nyebur senyebur itu. Gak peduli lagi kulit warnanya sudah seperti apa.

Karena kita semua emang anak pantai, jadi we don't need life jackets! dan gak usah bayar lebih untuk life jackets. (as a backpacker, pelit is a must!)

Setelah puas dengan ikan, kita berenang - berenang di laut di dekat sana ternyata ada pura. Dari informasi yang saya dapat dari supir taksi, pura di Menjangan ini sangat disucikan oleh masyarakat Bali. 

Lagi - lagi di musim hujan ini, kita diberikan pemandangan pulau Menjangan yang cerah tanpa mendung setitikpun. Terimasih Tuhan :)

Di agenda yang kita buat, seharusnya kita berangkat menuju Bali Selatan. Satu minggu sebelum melakukan perjalanan ke Banyuwangi dan Menjangan, saya memang baru saja pulang dari Bali, dan menghabiskan waktu disekitar Bali Selatan dan Nusa Lembongan Ceningan. Oleh karena itu sebenarnya tujuan saya ke Bali adalah ke Menjangan bukan Bali Selatan. Lagi - lagi ada pelajaran yang bisa diambil :

kalau pergi ramai - ramai, jangan memaksakan keinginan sendiri, apalagi pergi ber 13 gini. Ber 2 aja bisa beda pendapat apalagi ber 13. Ambil suara terbanyak, dan ketawa - ketawa aja seperti biasa.

Suara terbanyak akhirnya memutuskan kita untuk ke Bali Selatan. Tetapi, besok sorenya sudah harus di Gilimanuk lagi karena kereta pulang dari Banyuwangi ke Malang sudah dipesan. Kita meninggalkan Bali Barat dengan hati yang senang karena se gak  nyangka itu snorkelingnya bagus banget. Dan berterimakasih sekali kepada pak Azhari yang telah menyelamatkan kita dengan penginapannya dan paket snorkeling yang cukup murah. 

Di perjalanan ke Bali Selatan, dari homestay Pak Azhari naik angkot satu kali sampai pertigaan Cekik, lalu naik bus sejenis metro mini sampai terminal Ubung di Denpasar. Dan tiba - tiba saja hujan turun menjelang kita sampai di pertigaan Cekik. Disana, ada sejenis metro mini menunggu, karena hujan, kita naik saja ke bus itu. Kita tidak sempat negosiasi harga sama supirnya, jadi sepertinya kita cukup tertipu.... Seharusnya bisa lebih murah. Hujan turun sangat deras dari mulai pertigaan Cekik, sampai in the middle of nowhere yang saya tidak tahu itu dimana, signal handphone juga E. Saya dan yang lain minum obat anti mabuk perjalanan yang membuat saya tidur. Ditengah - tengah tidur, tiba - tiba ada sesuatu yang menetes dari atap bus kecil tersebut. Dan itu sangat mengganggu sekali, saya lihat teman - teman saya pun semuanya kebocoran. Mencari - cari tissue untuk di lap dari tempat bocornya, walaupun kita tahu itu semua sia - sia. 4,5 jam perjalanan dari Cekik ke Terminal Ubung benar - benar menggoyahkan ke backpackeran kita. Posisinya adalah kita sangat capek setelah snorkeling, lalu minum obat anti mabuk perjalanan yang harusnya dipakai untuk tidur tapi malah kebocoran dan sibuk nge lap - lapin. Itu ngantuknya bener - bener double. Dan kita pun gak menyangka kalau ternyata dari Gilimanuk ke Denpasar lebih jauh daripada dari Jakarta ke Bandung. Ditambah cuaca diluar hujan deras sepanjang 4,5 jam perjalanan, tidak pakai AC, dan bocor pula. 

Tiba - tiba saja Nerisa angkat bicara....
"Besok sore kita harus gini lagi? gue gakuat deh... gue balik naik pesawat ya.."

12 anggota NOWCN sok backpacker akhirnya menikmati satu malam di Bali dengan kegalauan hebat. Antara pulang ke Malang lagi yang mana harus merasakan lagi 4,5 jam dari Denpasar ke Gilimanuk, 1 jam naik ferry, dan 7 jam naik kereta, atau extend lama di Bali, tapi pulang 1 jam 45 menit langsung sampai Jakarta. 

Ditengah kegalauan ini, Bonge bilang "ah WCN lo semua katanya backpacker" HAHAHA itu ngakak sih. Terus ada yang jawab "emang lo mau nge ke Gilimanuk lagi 4,5 jam kebocoran?" "Ya gamau sih, tetep kalian WCN."

Akhirnya, ada tersisa satu orang yang harus balik ke Malang, karena janjian dengan temannya. FIXXXX kita semua naik pesawat, dan hanya dia yang akan mengarungi lagi jauhnya Denpasar - Gilimanuk naik angkot. Dialah Bopak. The real NOWCN. 

Pelajaran lagi yang bisa saya dapat, gausah sok ide backpacker lah itu ga cocok banget buat sebagian besar orang - orang NOWCN. 

Kita menikmati waktu kita di Bali dengan sok - sok gaenak sama Bopak karena udah kita tinggalin... tapi emang beneran gak enak sih, gak solid :') Tapi gimana ya saya bener - bener gakuat deh kalau harus mengulangi lagi dengan keadaan bus bocor itu. Untuk menikmati sisa - sisa waktu bersama Bopak di Bali sebelum dia harus mengarungi jauhnya ke Gilimanuk sampai ke Malang, kita ajak Bopak untuk makan di Alila, Uluwatu. Dan detik itu juga, embel - embel backpacker sudah resmi dihilangkan dari perjalanan NOWCN kali ini. 

South Bali

Kita ke Alila dulu sebelum mengantar Bopak kembali ke terminal Ubung di Denpasar. Berkali - kali kita minta maaf sama Bopak karena gak solid dan dia hanya senyum - senyum saja. 

Akhirnya, kita membeli pesawat tetapi dengan tanggal pulang yang berbeda - beda. Ada kloter 1 yaitu hanya extend 1 malam, kloter 2 extend 2 malam, saya sendiri kloter 3 karena extend 4 malam dan Bonita kloter terakhir karena extend hampir 1 minggu karena menginap dirumah Nantulang nya. Hahaha sungguh tidak menyangka akan seperti ini. Saya kembali ke Bali dalam kurun waktu satu minggu. Rasanya Bali memang sudah menjadi rumah kedua saya sejak sahabat saya dari SMA, Evi, kuliah di Bali.

Kalau sudah berada di Bali Selatan, pastinya kita melakukan 'ritual - ritual' dari trip Bali bulan Agustus 2014 lalu. Ada beberapa pantai yang belum sempat kita datangi kemarin, sekarang kita datangi. Salah satunya adalah Pantai Gunung Payung di Selatan Bali. Pantainya masih sangat sepi dan yang saya suka dari pantai ini adalah where green and blue becomes one. Laut yang biru, dan bukit rumput berwarna hijau yang sangat memanjakan mata. Pantai Gunung Payung ini masih sangat bersih dan tidak ada sampah. Oleh karena itu apabila berkunjung kesini, jangan meninggalkan sampah ditempat ini :)

Ada ritual lain yang kita jalani kalau sedang ke Bali, selain main pantai yaitu berpesta, di daerah Seminyak. Kalau saya di Bali punya Evi, Bonita punya nantulang, Hendrix dan Bonge punya Ketut yang bisa kita tebengin kosannya, sekalian diajak pergi - pergi. Nightlife di Bali memang yang paling saya suka karena santai dan memang 100% untuk kesenangan. Berbeda dengan di Jakarta. 

Sungguh saya sangat beruntung memiliki Evi yang kos - kosannya boleh saya inepin. Kalau tidak, berapa lagi biaya yang harus saya keluarkan untuk extend selama empat hari? sedangkan persiapan finansial hanya untuk jalan - jalan backpacker. Bonge Hendrix juga beruntung memiliki Ketut yang kos - kosannya boleh diinepin dan Ketut sangat welcome :)

Satu pelajaran lagi, jaga hubungan baik dengan teman, terutama apabila anda suka jalan - jalan. Apalagi yang berada diluar kota,  karena suatu saat anda pasti akan butuh. 

Hari - hari terakhir saya di Bali dipenuhi oleh mendung dan hujan ringan. Tetapi, saya tidak boleh bad mood karena hujan. Evi mengajarkan saya hidup ala anak kos perantau dengan makan pagi digabung dengan makan siang sehingga lebih hemat. Dihari terakhir saya di Bali untuk bulan Januari, saya pergi ke Kuta karena kangen dan selama ini selalu mencari pantai yang sepi dan baru, dan melupakan the famous Kuta.

Kuta memberikan sunset yang indah, dan tidak tertutup awan. 


Seharusnya, liburan ini berakhir lagi di Stasiun Pasar Senen bukan di Soekarno-Hatta.

Seharusnya, liburan ini budget nya cuma 1 juta.

Seharusnya, kita minum lebih banyak antimo karena perjalanan kita panjang.

Seharusnya, kita tidak merepotkan Nantulang, Ketut, dan Evi.

Tetapi Tuhan berkata lain. Dan kita sebagai yang menjalani hanya bisa ketawa - ketawa kalau inget dan ingin lebih banyak lagi belajar menjadi backpacker dari tingkat awal dulu, baru yang esktrim. 

Terimakasih untuk pihak - pihak yang sudah mau kita repotkan;

Pak Jarno, Azhari, Nantulang Bonita, Evi, dan Ketut. 

Dan orangtua kita yang sudah bersedia transfer uang untuk tiket pulang karena tidak tega anaknya kebocoran dalam bus. 

Saya mengakui sih kita manja sekali, tapi harus dicoba dulu sendiri kenapa kita bisa se menyerah itu :)

Berakhirlah liburan 'backpacker' NOWCN di Pulau Bali. Ujung - ujungnya selalu Bali.

F A Q

>> Dari Gilimanuk ke Ubung 4,5 jam gak ada toleransi?

GAK ADA.

>> Kenapa kalian tega sih ninggalin Bopak :(

Kita juga gak enak sama Bopak, tapi bener - bener kita emang gak kuat deh, makanya pulang naik pesawat.

>>Berapa biaya yang dikeluarkan selama di Bali dari Bali Barat sampai ke Selatan?

Snorkeling Azhari (2 Spot) : 65k
Angkot ke Cekik dan Terminal Ubung: 60k
Hedon di Alila : 150k
Patungan hotel di Bali (1 malam) : 30k
Nginep di Evi Ketut dan Nantulang (4 malam) : gratis
Makan, dll : 100k

Total biaya perjalanan selama di Bali cukup 500ribu rupiah.

Ada biaya tambahan tiket pesawat pulang sebesar 480k






12 Comments

  • gemdra - 2 years ago
    Emang bali gak ada habisnya !!
  • - 2 years ago
    Ha ha ha ha ........gue juga pernh jumpa with Bang Bali alias mas azhari tuh....wkwkwk cerita nya juga menarik, 2 malem gratis bermalam...... Banyuwangi - Bali - Lombok http://www.kaskus.co.id/thread/5566e6f8d89b09b85f8b456b/fr-field-trip-report--baluran-menjangan-lombok-banyuwangi-march-april-2015
    • elsprim - 2 years ago
      seriussssss? baik parah dia. semoga rejekinya lancarrrrr hahahahaa
  • adechriz - 2 years ago
    "karena backpacker anti mahal" - "as a backpacker, pelit is a must!" quotable bgt hahaha ... ( ҂`⌂´)9
    • elsprim - 2 years ago
      hehee emang harus gt mas :)))) btw makasi udh baca
      • - 2 years ago
        gue juga sering denger tuh bli azhari di pulo menjangan, minta dong contact personnya......
      • elsprim - 2 years ago
        seriussss? haha eksis jg doi. nih +628113865757
      • - 2 years ago
        setau gue 08113865757 yg itu udah g' aktip elsprim, ktnya ilang ma ponselnya, pass diving knlan maret 2015 gue dpt nopenya 0811393757 bli azhari, kaga' cocok sie....bg gue di panggil bapak <<< msh cakeps & Muda doi ..... :P : P :P
      • elsprim - 2 years ago
        asli eksis bgt diaaa tapi recommend bgt sih orangnya emang baik bgt hehe. gue kesana bulan januari sih jd gatau lg deh hehe btw makasih yaa Cetrine siapa tau mau ke menjangan lg jadi ga kehilangan azhari dehh :p
    • gemdra - 2 years ago
      Should put it on the cover of my travel book ! "karena backpacker anti mahal - as a backpacker, pelit is a must!" wkwkwk
      • elsprim - 2 years ago
        hahahahaaha boleeeeh222