LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Malioboro

nusakelana

On

Malioboro, ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter ini telah menjadi salah satu identitas kota Yogyakarta. Terkenal dengan sisi jalannya yang telah menjadi surga bagi penikmat belanja oleh-oleh dan kerajinan tangan di siang hari serta “ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera orang duduk bersilaaaa..” Di malam harinya :p

Jalan yang sejak lama menjadi panggung bagi para seniman jalanan di Jogja ini juga telah menjadi saksi bisu lahirnya seniman dan budayawan nasional, pun menjadi saksi bisu kisah muda-mudi yang merantau di Jogja.

Malioboro-Yogyakarta-Adventure-Culinary-Shopping-nusakelana

Papan nama jalan hits

Banyak sekali versi tentang asal-usul penamaan jalan ini. Ada yang bilang karena dulu pernah ditinggali bangsawan terkenal Inggris yang bernama Marlborough di tahun 1811. Ada yang bilang karena dulu ada toko rokok dengan papan nama terpampang besar bertuliskan Marlboro. Ada pula yang bilang berasal dari bahasa Sanksekrta “Malyabhara” yang berarti karangan bunga (konon pada masa kejayaan kerajaan Mataram Islam, jalan ini sering digunakan sebagai jalur utama pelaksanaan perayaan adat dan prosesi kraton yang bertaburan bunga). Dan masih banyak lagi versi-versi yang lain.

Margo Utomo – Malioboro – Margo Mulyo – Pangurakan

Namun, dari sekian banyak versi tentang asal muasal dan filosofi jalan Malioboro, satu yang paling saya sukai adalah versi yang dikemukakan budayawan Emha Ainun Nadjib atau lebih sering dikenal dengan nama Cak Nun. Malioboro merupakan salah satu ruas dari rangkaian jalan yang bermula dari Tugu dan berakhir di Kraton Yogyakarta. Urutan dan penamaan ruas jalan ini merupakan satu kesatuan ajaran tentang bagaimana seorang manusia berproses - lantip, 2013.

Mengenali Medan Belanja

Jika kamu kamu kamu naik motor/mobil ke Malioboro, parkirlah di taman parkir Abu Bakar Ali (berada di ujung-utara-nya malioboro) karena eh karena sekarang sudah tidak lagi diperkenankan parkir di sisi timur ruas jalan Malioboro. Lalu silahkan berjalan dari sini ke arah selatan. Menikmati Malioboro, bagi saya paling pas datang sekitar pukul 10 pagi. Nah, menyusuri Malioboro, lebih asik jika kita berjalan di sisi barat jalan Malioboro, atau di sebelah kanan jalan. Di sisi ini lebih banyak pedagang dengan dagangan yang beragam. Mulai dari handycraft, kaos oblong, pernak-pernik, wis pokoknya banyak lah. Di sebelah kiri lebih didominasi oleh hotel dan pertokoan besar. Saya sarankan jangan beli dulu, beli nya besok-besok aja. Yang penting kenali dulu medan belanja anda, karena belanja dan tawar menawar di Malioboro ini cukup tricky.

TIPS SEKEDARNYA

Cobalah mengajak teman yang bisa berbahasa jawa alus ketika menawar. Jika pun tidak ada, teman-teman bisa mencoba beberapa kalimat ini :

Pinten niki Bu? (Berapa ini Bu?) ..

Puuun pase mawon pinten? (Udaaah pas nya aja berapaa?)

Mirota Batik

Berjalan pelan sambil tengok kiri kanan kulihat saja akan memakan waktu sekitar 2 jam lamanya. Ini udah termasuk liat-liat, pegang-pegang dan ga jadi beli. Nah, di ujung jalan, di depan pasar Beringharjo, ada toko handycraft yang asik juga. Nama tokonya Mirota Batik. Nuansa Jogja di dalam toko ini cukup kental, aromanya memikat, barang-barangya juga cukup lengkap. Mulai dari batik, sendal, kaos, lukisan, jamu, pernak pernik, hiasan-hiasan berkearifan lokal, dll. Terakhir saya kesana (maret 2016) sudah tidak lagi ditemukan hiasan-hiasan “berbahaya” bagi pandangan mata, khususnya buat adek-adek yg belum akil baligh :p. Jadi relatif aman menyusuri lorong dan rak-rak misterius di toko ini.

TIPS ALA KADARNYA

Sebagian besar barang-barang yang dijual di Mirota Batik juga dijual di Pasar Beringharjo dengan harga yang lebih murah. Jangan lupa lihat denah dan tanya pak satpam untuk lokasinya.

Beringharjo memiliki makna harafiah hutan pohon beringin yang diharapkan memberikan kesejahteraan bagi warga Yogyakarta.

Lorong Antik

Berbelanja di pasar Beringharjo juga sangat direkomendasikan. Tapi saran saya dipending dulu jaaa… Akan lebih menarik jika menyusuri lorong kecil di sebelah utara pasar beringharjo. Disini banyak dijual barang-barang antiquewewewe dan kuno. Mulai dari koin dan uang kertas jadul sampai setrikaan arang, kacamata kuno, banyaklah pokoknya.

Malioboro-Yogyakarta-Adventure-Culinary-Shopping-nusakelana

Makin tua makin berharga

Dua jam berlalu, teman-teman bisa istirahat di depan pasar Bringharjo sambil makan siang menikmati nasi pecel di mbok-mbok yang jualan sambil kringetan karena kringetnya ini adalah kunci kenikmatan.

Jika masih banyak waktu, teman-teman bisa melanjutkan perjalanan ke Keraton Jogja atau Taman Sari (Jam buka 08.00 – 14.00 wib). Saya rekomendasikan untuk tidak berjalan kaki walaupun jaraknya dekat. Naik andong dari sini akan lebih “nyeni” apalagi rame-rame. paling cuma bayar 20-30 ribu. apa salahnya berkontribusi buat perekonomian lokal untuk sebuah experience? :)

Malioboro-Yogyakarta-Adventure-Culinary-Shopping-nusakelana

Naik andong istimewa jangan lupa tawar harganya

Malioboro-Yogyakarta-Adventure-Culinary-Shopping-nusakelana

Wan-awan rasan-rasan (siang-siang bergosip)

Sekilas Info

Beberapa orang sering menyebut Andong dengan Dokar atau Bendi atau Delman. Padahal Andong berbeda dengan Dokar, Bendi atau Delman. Dokar hanya mempunyai dua roda dan ditarik oleh satu kuda saja, sedangkan Andong mempunyai roda empat yang bisa ditarik satu atau dua kuda.


1 Comments

  • amirmahmud - 2 weeks ago
    Kemaren saya juga sudah kesini, keren banget pokonya, banyak sekali bule sedang plesiran . Btw blogwalking ya https://journesia.com/story/ada-taman-surga-di-bukit-pantai-watu-bale-kebumen/