LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

ketika mahameru menyapa

leotetsuya

On

"Bismillahi Rahmani Rahim"

Gunung Semeru mimpi yang tercapai, mimpi yang sebelumnya hanya angan-angan untuk menapaki kaki di tanah tertinggi pulau Jawa. Perjalanan ini saya ditemani oleh 2 sahabat saya, George Darmawan Dan Tyas Tiana Putri.

Kami bertiga sampai di ranupane pada tanggal 25 Juli 2015, pada pukul +/-19.30WIB, berhubung pos pendaftaran untuk simaksi sudah tutup akhirnya kami mendirikan Rumah Lipat di sekitar balai dekat pos pendaftaran.

Sekitar pukul +/- 06.00WIB, Kami bangun untuk merasakan udara pagi Lumajang. Pos Pendaftaran baru dibuka pukul 08.00WIB,  Kami mengurus izin pendakian saat pos kembali buka, setelah selesai kami mengikuti briefing yang kurang lebih sekitar 30 menit di aula dekat pos pendaftaran,

Dengan mengucap basmallah kami memulai perjalanan mimpi ini sekitar pukul 10.00WIB.

Para Personil:

-1.Leo Wicaksono

2-George Darmawan

3-Tyas Triana Putri

PENDAKIAN HARI PERTAMA.

Setelah berjalan sekitar 10 menit dari pos pendaftaran akhirnya kami sampai di GERBANG MIMPI.

Sekitar berjalan kurang lebih 2 jam setengah, kami sampai di pos kedua    "Landengan Dowo"

Perjalanan dari ranupane menuju landengan dowo cukup menyenangkan, trek sedikit menanjak dari gerbang mimpi tidak terlalu menguras tenaga.

Ranupani - Landengan Dowo (3km)

JANGAN LUPA NARSIS :)

Dan setelah berjalan memutari bukit2, kami akhirnya sampai di pos 3, Wohoooooo "WATU REJENG"

Perjalanan dari Landengan Dowo menuju Watu Rejeng cukup membuat kami bosan, Karena mayoritas treknya adalah landai tapi panjang. Tapi cukup asik karena tidak terlalu menguras tenaga. -/+ sekitar 2 jam kami berjalan dari landengan dowo menuju watu rejeng.

Landengan Dowo - Watu Rejeng (3Km)

Dari Watu Rejeng Kami melanjutkan langkah kaki kami menuju surganya semeru "RANU KUMBOLO"

Perjalanan dari Watu Rejeng menuju Ranu kumbolo treknya agak curam dan lebih panjang dari jarak antar pos lainnya. Utamakan untuk tetap fokus, karena masih banyak jalan longsor di sepanjang jalur menuju Ranu Kumbolo.

Akhirnya kami tiba di Ranu Kumbolo pukul -/+ 17.00WIB, sekitar 3Jam kami berjalan dari Watu Rejeng. Wohoooo benar kata orang2, sampai di Ranu Kumbolo capeknya hilang! (Tapi pegelnya tetep).

Watu Rejeng - Ranu Kumbolo (4,5Km)

SURGANYA GUNUNG SEMERU.

"RANU KUMBOLO 2400 METER DIATAS PERMUKAAN LAUT"

"Lelah, Penat tak menghalangiku tuk menemukan BAHAGIA" - PADI

Cuaca di Ranu Kumbolo malam itu "Dingin-Dingin BEKU" sehingga tak sempat untuk mengabadikan momen ribuan bintang :(

Sedikit beruntung pagi hari di ranu kumbolo karna bisa melihat secara langsung dimana ada kristal2 di rumput2 sekitar tenda kami, sayang tak sempat mengabadikannya, karna embun dan kabut tipis menyelimuti sejuknya ranu kumbolo.

Setelah puas menyaksikan sunrise di Ranu Kumbolo, kami pun berkemas untuk siap melanjutkan perjalanan karena Tanjakan Cinta telah menunggu. Sekitar pukul 09.00WIB kami melanjutkan perjalanan.

"JANGAN LUPA BAWA AIR DARI RANU KUMBOLO"

PENDAKIAN HARI KEDUA

Sekitar 10-15 menit naik tanjakan cinta?, kami dikejutkan oleh keindahan alam Indonesia yang begitu indah, Yaks Padang Sabana Oro-Oro Ombo.

"Verbena Brasiliensis Vell"  atau yang kita kira Lavender. Sedang tidak tumbuh, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju cemoro kandang melalui trek yang ada di bukit sebelah kiri, karena trek turunan menuju Padang Oro-Oro ombo sedikit curam.

Tidak memakan waktu yang lama, akhirnya kami sampai di Pos ke 5.             "CEMORO KANDANG"

Perjalanan menuju Cemoro kandang tidak memakan waktu lama, karena trek menurun dan jalan datar cukup memudahkan para pendaki.

Ranu Kumbolo - Cemoro Kandang (2,5Km)

Selanjutnya kita memasuki hutan Cemara dimana kadang-kadang kita jumpai burung dan kijang. Banyak terdapat pohon tumbang sehingga kita harus melangkahi atau menaikinya. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Perjalanan menuju pos ke-6 "Jambangan"  dari cemoro kandang, NANJAK TERUS. Jadi nikmatin aja buat istirahat sambil ngemil2 lucu :))

Setelah berjalan -/+ 2 Jam akhirnya kami tiba di pos ke-6 "JAMBANGAN" Dari sini kita sudah bisa melihat Sang Mahameru Memanggil.

CEMORO KANDANG - JAMBANGAN (3Km)

Setelah puas menikmati semangka yang dijual oleh warga sekitar di pos jambangan, kaki ini serasa iba pada badan yang pegal menahan beban carrier. Perjalanan dilanjutkan menuju pos ke-7. "KALIMATI"

Trek menuju kalimati tidak sesulit cemoro kandang menuju jambangan, karena sedikit tanjakan dan lebih banyak turunannya.

Kami tiba di pos Kalimati pada pukul 14.30WIB. Tanpa banyak kompromi kami langsung mendirikan Rumah Lipat (Tenda) untuk makan siang dan menyiapkan fisik untuk meneruskan pendakian tengah malam menuju Puncak tertinggi Jawa.

Jika kehabisan air, di sekitar kalimati masih terdapat sumber mata air "SUMBERMANI", untuk menuju kesana usahakan untuk tidak sendiri (Minimal 3org) Selain treknya agak curam, Masih terdapat satwa disekitar Sumbermani dan usahakan untuk mengambil air sebelum matahari terbenam. (Katanya sih gitu)

Jambangan - Kalimati (2Km)

"PENDAKIAN HARI KETIGA"

Tepat pukul 23.00WIB, Saya dan George melanjutkan perjalanan menuju Mahameru, sementara Tyas menunggu di tenda, karena faktor fisik ia memilih untuk beristirahat.

Tak lupa untuk mengisi perut dan menyiapkan perbekalan dan seperangkat alat narsis. Kami berangkat bersama rombongan lain karena tak mau ambil resiko hehe.

Tak lama setelah masuk rimbunnya hutan, kami disambut oleh trek pasir dan batu kerikil, angin malam yang menusuk tubuh serta cahaya head lamp yang menembus gelap mengiringi perjalanan kami. Selesai melewati hutan kita harus melewati trek pasir dan kerikil yang kian padat sehingga menyulitkan untuk melangkah.

Hembusan angin kian menusuk nusuk tulang, Medan yang berat memaksa kami sering beristirahat sambil mengatur nafas. Yang kami ingat waktu itu hanya

"MULUT YANG LEBIH SERING BERDOA DARI BIASANYA"

Sekitar pukul 06.30WIB, Kami berdua berhasil menginjakkan kaki di atap pulau jawa.

"MAHAMERU 3676 METER DIATAS PERMUKAAN LAUT"

SENIN 27 JULI 2015, KAMI BERDIRI DIATAS BUMI TAPI DEKAT DENGAN LANGIT, LEBIH DEKAT DENGAN SANG PENCIPTA.

MAHAMERU BERIKAN DAMAINYA, PUNCAK ABADI PARA DEWA

DUNIA ITU SELUAS LANGKAH KAKI, JELAJAHI DAN JANGAN PERNAH TAKUT MELANGKAH, HANYA DENGAN ITU KITA BISA MENGERTI KEHIDUPAN DAN MENYATU DENGANNYA. - SOE HOK GIE.



0 Comments

Be the first to comment.