LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Keramahan Tobelo yang Membanggakan

arniesimanjuntak

On

Siang itu langit sedang mendung ketika pesawat kecil yang saya tumpangi mendarat mulus di landasan pacu bandara Kuabang Kao. Ucapan terima kasih yang menyejukkan hati dari pramugari maskapai mengiringi langkah saya untuk turun tangga meninggalkan maskapai tesebut. Pemandangan indah terpampang di depan mata dan angin sejuk menyapa. Selamat Datang di Tobelo, Halmahera Utara.

Terdengar suara riuh dari supir taksi menawarkan tumpangannya ketika saya keluar pintu bandara. Saya harus memilih satu dari mereka untuk menempuh perjalanan selama 1,5 jam ke kota Tobelo.

“Mari jo, so mo langsung berangkat ini” ucap seorang supir mencoba membujuk saya untuk memilih jasanya. Saya memberikan koper saya untuk ditaruh di bagasi mobilnya.

“Dari mana mbak?” tanya pak Ungke ketika mobil sudah keluar dari parkiran bandara.

“Saya dari Jakarta pak” jawab saya.

Lalu sepanjang jalan pak Ungke banyak bercerita tentang kampungnya, tempat wisatanya dan makanannya. Telinga saya mendengar dengan seksama penjelasannya dan mata saya menikmati pemandangan indah yang ada di sisi jalan.

“Buat oleh-oleh jangan lupa beli ikan cakalang fufuh ya mbak, bilang saja mau dibawa ke Jakarta, nanti penjualnya akan bungkus kasih rapat-rapat biar tidak tumpah” ucap pak Ungke ketika kami hampir sampai di hotel tujuan saya..

Keramahan Tobelo yang Membanggakan-Halmahera-Beach-Diving and Snorkeling-Travel Feature-arniesimanjuntak

Pak Denis Pemilik Perahu

Rencana hari ini saya ingin mengelilingi pulau-pulau yang ada di Tobelo ini. Setiap traveller pasti tahu, Indonesia bagian timur itu terkenal dengan laut dan pantainya. Keindahan bawah lautnya juga sangat mempesona. Semakin ke timur kamu akan semakin terpesona. Sore jam 2 (dua) saya segera menuju satu-satunya pelabuhan yang ada di Tobelo. Mendapati sebuah perahu motor yang terbuat dari kayu dan yang menggunakan mesin, orang Tobelo sering menyebutnya Katinting. Perahu inilah yang menjadi alat transportasi antar pulau yang ada di Tobelo. Saya menggunakan perahu milik pak Denis untuk berkeliling mengunjungi 4 (empat) pulau hingga sore nanti. 

Keramahan Tobelo yang Membanggakan-Halmahera-Beach-Diving and Snorkeling-Travel Feature-arniesimanjuntak

Gerombolan Ikan Hiu di Laut Tobelo

Diperjalanan menuju pulau pertama, saya melihat gerombolan ikan besar melompat diatas air, menurut pak Denis ikan-ikan tersebut adalah ikan hiu,

“mereka baik, belum pernah makan orang. Mbak beruntung bisa lihat, biasanya mereka tidak muncul” kata pak Denis sambil tertawa.  

30 (tigapuluh) menit kemudian kami tiba di pulau pertama, Pulau Pawole, sebuah pulau tanpa penghuni, hanya tumbuhan kelapa yang tumbuh subur di pulau ini. Pasir pantainya putih dan halus, airnya jernih bagai kaca, saking beningnya saya dapat melihat dari atas perahu keindahan bawah lautnya.

Dari pulau Pawole, kami menuju ke pulau Kakara. Pulau ini lebih luas dari pulau sebelumnya. Pemiliknya adalah ibu Ade. Saya bertemu dengannya ketika beliau sedang membersihkan kotoran-kotoran sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Keramahan Tobelo yang Membanggakan-Halmahera-Beach-Diving and Snorkeling-Travel Feature-arniesimanjuntak

Bu Ade Pemilik Pulau Kakara

“Dulu sebelum bapak meninggal, pulau ini bersih dan rapi nak, tapi sejak bapak pergi tidak ada yang pangkas rumput-rumput ini. Tangan perempuan tidak mampu membersihkan pulau ini, apalagi ibu sudah tua” cerita bu Ade ketika kami berdua duduk dibawah pohon sambil memandang laut biru.

Bu Ade menyiapkan penginapan di pulau ini, ada 2 (dua) kamar. Tarif permalamnya 250.000 per malam per kamar. Setiap kamar bisa ditempati 2-3 orang. Selain itu ibu Ade juga menyediakan makanan bagi tamu-tamuya yang menginap dengan biaya 100.000 per orang per hari.

Setelah berkeliling pulau ini, saya pamit untuk melanjutkan perjalanan ke pulau berikutnya. Pak Denis memberikan saya buah kelapa yang dipanjatnya di kebun ibu Ade. Kelapa muda yang berair manis dan menyegarkan. 

Pulau ketiga adalah pulau Rarangane, pulau dengan batu karang yang rata sehingga saya dapat berjalan lebih jauh dari garis pantai. Pulau ini juga tidak berpenghuni, hanya ada pohon nyiur melambai-lambai menyambut kedatangan kami.

Keramahan Tobelo yang Membanggakan-Halmahera-Beach-Diving and Snorkeling-Travel Feature-arniesimanjuntak

Pulau Rarangane

Dari pulau Rarangane, kami menuju pulau terakhir, pulau Kumo. Dari pulau inilah pak Denis berasal. Pulau ini dihuni kurang lebih 300 orang dewasa dan kebanyakan pekerjaan mereka adalah nelayan. Karena saat itu bukanlah hari libur maka pulau Kumo ini sepi dari pengunjung. Warung-warung makan yang biasanya menyediakan makanan khas Tobelo dan pisang goreng khas Tobelo juga tutup. Melihat saya kelaparan, pak Denis akhirnya meminta saudaranya yang juga pemilik warung untuk membuatkan pisang goreng khas Tobelo untuk kami.

“Ini namanya pisang mulut bebek, pisang khas Tobelo” ujar pak Denis.

Sore itu kami duduk ngobrol sambil melihat ikan-ikan kecil yang bermain di air hingga matahari terbenam.

Keramahan Tobelo yang Membanggakan-Halmahera-Beach-Diving and Snorkeling-Travel Feature-arniesimanjuntak

Pulau Kumo



0 Comments

Be the first to comment.