LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Java Summer Camp #6: Serunya Menjelajah Kabupaten Sleman 

hana-anisa

On

Hidup memang penuh perjuangan, tapi jangan lupa masih ada hati dan pikiran yang harus dimanjakan. Kadang kita harus mengambil jeda untuk menghilangkan kepenatan. Travelling menjadi cara terbaik untuk merubah suasana hati dan me-refresh pikiran. Akhir Agustus lalu aku berkesempatan mengikuti program Java Summer Camp (JSC) #6 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. JSC merupakan program yang bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman kepada pemuda di seluruh Indonesia dan mancanegara. 

Tahun ini, JSC diikuti oleh 147 peserta yang terdiri dari empat peserta asing dan lainnya dari berbagai macam daerah di Indonesia. Peserta asing ada yang berasal dari Jepang, Polandian, Malaysia dan Pakistan. Sedangkan dari Indonesia ada peserta dari Pulau Jawa, Makassar Sumatera, NTB dan Kalimantan. Jujur aja waktu itu aku mendaftar sendiri tanpa mengajak teman atau saudara, jadi di hari pertama aku seperti orang hilang yang tidak punya teman. Acara dimulai dati tanggal 25 - 27 Agustus 2017 dengan titik kumpul di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM). Peserta harus berkumpul di STIPRAM maksimal jam 09.00 WIB untuk melakukan daftar ulang, berkumpul dengan kelompok dan mengambil kaos JSC yang sudah disediakan oleh panitia. Setelah berganti kaos seragam JSC kami siap meluncur ke objek pertama menggunakan tiga bis pariwisata. 

Hari Pertama - Workshop Membatik di J-Walk Mall

JSC didesain sangat menarik oleh panitia. Peserta akan merasakan indahnya kebudayaan dan alam Kabupaten Sleman melalui rangakaian acara yang padat merayap. Setelah dari STIPRAM, kami berhenti di J-Walk Mall untuk melakukan aktivitas membatik. Workshop membatik dipandu langsung oleh seorang ibu yang memiliki sanggar batik. Sayangnya aku lupa nama beliau. Di J-Walk telah tersedia kompor kecil yang sedang merebus malam, kursi kecil dan kain mori yang sudah digambar motif sederhana. Satu kompor untuk lima peserta dan setiap peserta diajak langsung praktek membatik. Selesai membatik kami akan melihat langsung proses mewarnai kain tersebut. Keseruan membatik sangat terasa karena ini menjadi pengalaman pertama membatik bagi sebagian peserta. 

Hari Pertama - Menuju Bumi Perkemahan Rama Shinta 

Selesai dari J-Walk kami langsung berangkat menuju bumi perkemahan (buper) Rama dan Shinta yang lokasinya berada di kawasan Candi Prambanan. Selama tiga hari dua malam ini kami akan tidur di tenda dengan latar belakang Candi Prambanan yang begitu megah. Satu tenda untuk empat peserta. Kami tiba di buper sore hari dan kami langsung segera mandi dan bersiap untuk acara pembukaan yang akan diadakan di malam hari. Acara pembukaan diisi dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh anak - anak dan remaja. Sungguh indah tarian yang mereka bawakan dan kami sangat menikmatinya sambil menyantap makan malam. Acara pembukaan selesai pada jam 22.00, sebelum tidur kami ada tugas untuk membuat yel-yel perkelompok. Suasana malam yang sangat syahdu saat itu menjadi momen indah bagiku karena aku dan kelompokku semakin akrab. 

Hari Kedua - Merawat Candi Prambanan 

Hari kedua kegiatan sangat padat. Setelah sarapan, sekitar jam 07.00 kami sudah bersiap di depan pendopo untuk memamerkan yel-yel perkelompok. Setelah itu, kami langsung menuju ke kompleks Candi Prambanan diteman oleh komunitas malam museum dan perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Perwakilan komunitas malam museum memberikan kami cerita sejarah, mitos dan fakta Candi Prambanan. Kemudian kami dibimbing oleh perwakilan BPCB untuk melakukan pembersihan Candi Prambanan dengan teknik mekanik yaitu proses pembersihan tanpa menggunakan air. Setiap tim diberi perbekalan berupa masker, ember, sapu lidi, dan sikat. Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan karena biasanya aku datang ke Candi Prambanan untuk foto-foto saja, tapi di acara ini aku ikut serta membersihkan candi. Aku jadi paham bagaimana cara merawat candi, perbedaan cara merawat batu polos dan batu yang punya relief serta tanda bahwa batu itu batu lama atau batu baru. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari kegiatan ini. 

Hari kedua - Paper Cutting

Agenda hari kedua benar – benar padat, setelah dari Candi Prambanan, agenda dilanjutkan dengan sesi paper cutting hingga siang hari. Pada sesi ini kami bertemu dengan Arita Savitri seorang seniman paper cutting yang hanya bermodalkan gunting dan kertas, beliau mampu menghasilkan karya yang sangat indah dan menakjubkan. Beliau mengajari kami bagaimana cara membuat karya dari kertas lipat dan memotongnya dengan gunting tanpa membuat pola sebelumnya. Kalau mbak Arita bilang, seni ini mengandalkan keneranian hati untuk memotong kertas sesuka hati namun menghasilkan karya yang tak pernah kita sangka. Aku sangat beruntung bisa mengikuti kelas ini. Aku pun juga sangat takjub dengan keunikan yang dimiliki mbak Arita. Selesai agenda ini kami makan siang bersama dan bersiap ke agenda berikutnya yaitu festival candi. 

Hari ketiga - Festival Candi 

Festival candi adalah agenda favoritku karena salah satu impianku bisa tercapai di sini yaitu naik Jeep. Meninggalkan kelas paper cutting, kami melanjutkan agenda ketiga yaitu festival candi. Berbeda dari acara sebelumnya yang hanya ada di bumi perkemahan, kali ini kami dimanjakan dengan tour ke tiga candi yaitu Candi Bayunibo, Cando Barong dan Candi Ijo dengan mengendarai jeep. Satu jeep terdiri dari tiga sampai lima peserta. Kami melakukan parade jeep dari kompleks Candi Prambanan menuju lokasi tujuan. Program JSC memang sangat mengagumkan dengan fasilitas VIP untuk memanjakan semua peserta. 

Festival candi sangat mengesankan karena aku bisa merasakan hawa Jogja lebih dekat. Di mulai dari Candi Banyunibo lalu Candi Barong dan di akhiri dengan Candi Ijo. Pada saat di Candi Banyunibo kami disambut dengan makanan tradisional khas Jogja yaitu kacang rebus, singkong goreng dan teh hangat. Aku sangat menikmati momen ini karena bisa membaur dengan alam Jogja khususnya Kabupaten Sleman. Di setiap candi kami diberikan waktu untuk mengeksplor sekitar setengah jam. Di candi inilah kami semakin dekat dengan aggota tim, kami melakukan sesi foto bersama sebagai kenang kenangan.

Hari Kedua - Ramayana Ballet 

Acara senang – senang belum selesai. Sesampainya di bumi perkemahan setelah menikmati megahnya candi – candi, kami istirahat makan malam dan langsung menuju outdoor theater untuk menyaksikan Ramayana Ballet. Aku sangat tertarik karena belum pernah menyaksikan Ramayana Ballet ini. Aku sangat berterima kasih kepada JSC karena memberikanku kesempatan ini tanpa harus merogoh kocekku. Menikmati indahnya tarian yang disuguhkan oleh para penari, sambil menikmati angin malam yang segar dan dingin tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Acara selesai jam 22.00 dan kami langsung kembali ke pendopo buper.

Hari ketiga - Camp fire

Lelah sekali badan ini karena acara yang sangat padat di hari kedua. Tapi, setelah menyaksikan Ramayana Ballet, kami masih ada agenda terakhir yaitu camp fire. Sebuah malam perpisahan yang diisi dengan api unggun dan pementasan seni setiap  kelompok. Acara ini cukup mengharukan karena aku yang baru saja dipertemukan dengan mereka harus segera berpisah. Entah apakah aku bisa bertemu mereka kembali atau tidak. Malam itu menjadi malam yang panjang karena momen terakhir kebersamaan ini sangat kami nikmati bersama untuk terus bercengkrama. Selain itu, beberapa tim menyuguhkan lagu - lagu dangdut yang akhirnya menambah kehangatan di antara kami. dendangan lagu yang dibawakan membuat kami maju ke panggung dan berjoget bersama baik itu peserta maupun panitia.

Hari ketiga - Jemparingan 

Hari ketiga atau hari terakhir sebelum meninggalkan bumi perkemahan dan seluruh kenangan, ada satu dua agenda terakhir yaitu jemparingan dan wisata kolonial. Pada sesi jemparingan kami diajari untuk memanah dengan cara duduk bersila. Cukup sulit bagiku karena busurnya terlalu besar dan senarnya sangat kuat, sehingga aku sulit untuk menembakkan panah. Tak pernah kusangka dahulu aku hanya bisa melihat jemparingan di televisi sekarang aku bisa belajar langsung memainkan salah satu olah raga ini. Setiap peserta harus memakai penutup kepala yang bernama udeng dan kami mendapatkan kesempatan untuk melesatkan empat anak panah. Sungguh pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan. Setelah selesai melakukan jemparingan, kami langsung meninggalkan bumi perkemahan menuju bis masing - masing. perjalanan selanjutnya adalah perjalanan kolonial.

Hari ketiga - wisata kolonial 

Perjalanan wisata kolonial menjadi perjalanan terakhir kami di JSC 2017. Wisata kolonial kali ini dipandu oleh komunitas Roemah Toea dan objek yang kami kunjungi adalah pabrik gula tanjung tirto. Pabrik gula ini menjadi salah satu pabrik gula yang pernah aktif di Jogja, tapi sekarang sudah dialihfungsikan menjadi pabrik pengolahan tembakau. Pabrik gula ini sudah tidak berbentuk sempurna karena sebagian bangunan menjadi pabrik pengolahan tembakau, sekolah dan kantor polisi. Selain itu, dari wisata kolonial ini, aku bisa melihat sebuah rumah yang pernah digunakan untuk shooting film Soekarno. Aku sangat senang bisa mengetahui beberapa tempat wisata yang sangat menakjubkan di Kabupaten Sleman ini

Hari ketiga - Penutupan 

Setelah wisata kolonial kami langsung meluncur ke lava bantal. Sebuah tempat wisata yang menjadi tempat perpisahan kami. Jujur saja aku paling benci dengan momen perpisahan. Apalagi aku sudah merasa nyaman dengan teman - teman baruku, tapi yasudahlah hidup memang penuh dengan pertemuan yang singkat. Hari ini kita bertemu besok kita harus berpisah. Di lava bantal ini kami makan siang bersama untuk terakhir kalinya dan menutup acara Java Summer Camp #6 tahun 2017. Sedih memang, tapi aku tetap bangga pernah menjadi bagian dari JSC 2017. Terima kasih banyak atas semua yang telah diberikan oleh panitia dan teman - temanku. Semoga kita bisa berjumpa lagi di momen dan tempat yang lainnya. Banyak hal yang aku pelajari dari tiga hari bersama mereka. 

Aku sangat salut dengan seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini semoga acara tahun depan jauh lebih baik lagi. Inilah potret kenanganku bersama dengan kelompokku : Kamajaya!



0 Comments

Be the first to comment.