LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Hidden Paradise From Tapanuli Tengah

sylvia-aldriani

On

Pantai Pandarat yang berada di Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah. Dengan menaiki angkot dari Pandan ke Saruduik lalu kami melanjutkan perjalanan dengan becak karena pantai ini jauh dari jalan raya dan sulit dijangkau. Pantai ini tersebunyi dibalik bukit kecil dan hutan mangrove. Pantai ini tidak menjadi tempat wisata karena sulitnya jalur transportasi dan kondisi jalan yang kurang baik. Sepanjang jalan yang ditemukan ialah para nelayan, tempat penjualan ikan, Dinas Kelautan Kota Sibolga serta pelabuhan Dinas Kelautan dan Perikanan. Setelah berhenti di kaki sebuah bukit kita harus sedikit berlelah menuju pantai karena melewati bukit kecil dan hutan mangrove yang masih asri. Di pantai yang sunyi sepi ini serasa milik sendiri karena hanya ada kami berempat serta 2 orang setempat yang melakukan pemotretan. How great is our God deh. Besyukur bisa sampai Sibolga - Tapteng dengan selamat dan dekat dengan Tuhan lewat ciptaan karyaNya. Kami menyusuri pantai melewati hutan mangrove, muara kecil, batu-batuan pantai serta tebing dan hempasan ombak. Dicelah-celah bebatuan terbentuk ekosistem kecil yang dihuni oleh pecahan karang, ikan-ikan kecil serta cangkang kulit kerang. Dipantai landai ini juga terdapat tumbuhan seperti rumput yang biasanya menjadi habitat bulu babi.

Setelah mentok di salah satu tebing kami akhirnya memilih istirahat sambil berfoto untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah satu sodara kami, Yeny Rahma Putri alias Iyepe'es yang sedang berulang tahun saat itu. Eiittt, tapi kita ga anak kekinian yang gunai kertas lalu buang ke laut. Kita gunain gadget canggih sebagai ganti kertas, kan ga mungkin gadgetnya dibuat setelah di gunain. Sekaligus mendukung aksi ramah lingkungan. Setelah tertidur beberapa menit di tebing akhirnya kami memilih back azimut alias pulang melewati goa yang terbentuk akibat abrasi (pengikisan akibat air laut). Berhubung kami males melewati bukit lagi maka kami memilih menyusuri pantai hingga ke pelabuhan ditemani matahari yang sedang terik-teriknya. 



0 Comments

Be the first to comment.