LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Gunung Papandayan 2.665 meters, cerita awal tahun di hutan mati

mamangeman

On

Hallo 2016.

For the first time! Saya dan teman-teman saya menjamah sudut surga di gunung Papandayan garut jawa barat. Tifan, Agnes, Alif, Ajun, Citra, Ivan, Desy dan Gilang. Dari sekian banyak rencana, gunung Papandayan adalah tujuan kami, ini adalah journey pertama saya di awal tahun 2016 dan journey kedua saya setelah saya kenal bersama team saya di pertengahan tahun 2015 lalu.

Tak banyak cerita pada saat itu kita memang ingin “naik gunung” bareng. Bergegas mempersiapkan segala perlengkapan, kami mulai berangkat dari jakarta Jum’at pukul 20.00, menggunakan bus primajasa start lebak bulus jakarta selatan dan sekitar pukul 01.30 dini hari kami tiba di terminal garut, setibanya kami disana kami bersiap-siap mencari tempat istirahat dan juga warung untuk sedikit merebahkan badan dan juga menyimpan tenaga untuk persiapan naik ke puncak.

Pagi pukul 05.00, kami bersiap menuju basecamp Papandayan, untuk menuju basecamp banyak akses yang menawarkan kami, ada angkot, mobil kecil, pickup sampai ojeg, akhirnya kami memilih menumpangi mobil kecil yang biasa saya sebut mobil kol mini mobil yang suka ngebut hehe. perjalanan dai terminal menuju basecamp lumayan lama, saya lupa karena tidak menghitungi jam, perkiranya kami semua sampai basecamp pukul 07.30 WIB.

Setibanya kami di basecamp, kami mulai repacking carrier dan siap siap untuk menuju puncak diatas.

Kami mulai naik sekitar pukul 08.00, melewati jalur yang sangat asyik, pertama untuk trek tidak begitu susah karena jalanya landai dan bebatuan kawah, ohiya buat yang gak kuat dengan aroma bau nya kawah di sini, bisa siapkan masker atau buff untuk menutupi mulut karena aroma dari kawah Papandayan ini bau nya sangat luar biasa hehe..

Perjalanan masih berlanjut, kita melewati jalur yang cepat, karena menurut info disana ada 2 jalur, jalur yang lama, dan jalur yang cepat sampai. berhubung kamiadalah pendaki santai jadi untuk naik menuju puncak pun santai dna banyak beristirahatnya, banyak jajanya, banyak selfienya jadi biar ga terlalu terburu buru untuk sampai diatas karena ingin berlama menikmati perjalanan nya.

Selama pendakian Papandayan, selain trek batu-batuan saya juga banyak disuguhkan banyak ciptaan Tuhan yang indah, hutan mati, dan juga edelwis diatas puncak sana.

Setelah melewati treking, sekitar pukul 12.00 WIB Kami semua tiba di pondok saladah, dan disitulah kami akan bermalam. Saya dan team mulai menyiapkan perlengkapan, buka tenda dan sebagian nya ada yang buat makan dan juga air panas, ada juga yang langsung hunting, ada juga yang baper macem-macem deh pokoknya, ada yang langsung ketoilet kebelet, dan anyway Papandayaan adalah salah satu gunung yang unik dan favorite karena setibanya di atas ada kamar kecil atau yang biasa disebut toilet bisa juga jamban hehe jadi gak repot kalo mau kebelet, tinggal melipir..

Yeay, hal yang paling saya suka dari alam terbuka adalah kebersamaan dan keseadaanya, jadi ada ataupun gak ada, susah maupun senang kita bisa rasain semuanya. setelah bangun tenda saya dan team mulai masak-masak lucu menu ala outdoor, ga jauh ga lain mie instan, bihun dan juga nasi goreng.

Cuaca pada hari itu kurang bersahabat, karena hujan turun dan membuat saya dan team agak sedikit kebingungan, karena pada hari itu kami tidak lengkap membawa perlengkapan termasuk fly sheet. hujan yang terus berkepanjangan hingga esok pagi membuat kami tidak bisa menjamah lama selama di pondok saladah, dinginya hujan membuat saya dan team berdiam di dalam tenda hingga esok pagi.

Anyway, saya dan team terbagi menjadi 2 tenda, saya satu tenda bersama Ajun, alip dan citra. Berhubung hujan di luar, jadi alhasil kami ubek-ubekan di dalam tenda saja.

Ada hal yang membuat saya dan team agak sedikit panik malam itu, dengan kehadiran babi hutan yang merusak tenda-tenda kami semua yang ada di pondok saladah “Berasa nightmare njir” Ujar citra, dan saya sendiri pun pada saat itu sangat takut dengan babi hutan, maklum for the first time lah, malam nya kami di pondok saladah habis di ceritai oleh babi hutan hehe, tapi kalau tidak ada babi hutan mungkin cerita ini tidak akan seru dan berjalan biasa saja. finally kami mulai tidur sekitar pukul 01.00 pagi karena ulah si babi hutan yang masih menjajah tenda saya dan team.

Selamat pagi garuuuuuuuuuut! Selepas dari malam yang menyeramkan, hehe akhirnya saya dan team pagi itu bersiap menuju hutan mati sekitar pukul 06.00 WIB, Menikmati secuil surga yang tersembunyi di gunung Papandayan, Hutan mati tepatnya awal tahun kami mengawali cerita disini, Cuaca yang sangat sejuk, dingin yang menusuk dada itu membuat rindu sampai sekarang ingin kembali lagi menjamah indahnya Papandayan. tidak lama kami di hutan mati, kondisionally pada saat itu kami kembali ke tenda sekitar pukul 10.00 WIB. Kami berencana turun kembali ke basecamp sekitar pukul 12.00. setelah kami merapihkan perlengkapan saya dan team bersiap meninggalkan pondok saladah dan menuju basecamp.

Tepat pukul 12.00 WIB Kami turun kembali ke basecamp.

Awal tahun yang baik, bisa beramah tamah bersama Papandayan dan juga team, Yuk masak mie instan lagi, Yuk temu babi hutan lagi, Yuk nyeduh kopi lagi, Yuk naik gunung lagi!



0 Comments

Be the first to comment.