LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Gracias Panderman

tommyfariz

On


Hello guys! pertama tama sebelum mulai my first journey story ijinkan saya anak kumuh ini mengucapkan terimakasih ke journesia yg sudah menyediakan tempat untuk para tukang piknik to share their travel stories, gokil. lalu terimakasih juga untuk temen dikampus @restianasyif yg sudah menginspirasi saya untuk join di journesia ini, semoga soon kita bisa piknik bareng yak resti!

Langs aja gaes, waktu awal masuk dunia perkuliahan dulu saya sempat memandang sebelah mata kegiatan orang yang bersinggungan dengan dunia alam, atau hobby yg berhubungan dengan alam, entah itu pecinta alam, traveler, etc. Dalam pandangan sempit saya waktu itu orang yg biasa menyebut dirinya dengan "Pecinta Alam" itu cuma hambur-hambur duit, kerjanya kesana kemari gajelas, cari resiko, sok ide bangetlah pokoknya. Masih enakan juga dirumah pake sarung sambil nonton cinta musim cherry daripada ke gunung cari item, cari capek, belum lagi kalau ilang kayak dora. Namun semua pandangan tsb berubah 360° waktu saya memutuskan untuk mencoba ikut pendakian ke gunung semeru di awal bulan juli 2012 bersama teman sejurusan saya Psikologi Brawijaya 2011, yang mungkin akan saya ceritakan di story berikutnya :). Intinya setelah pendakian tersebut saya jadi ketagihan dengan yang namanya naik gunung. Suka pergi gapamit dari rumah, sekalinya pamit pun juga kekampus dari pagi dan nginep di kos temen, padahal udah dikota mana, digunung mana tak lain dan tak bukan demi hobby baru, mendaki gunung!

Buat yang mungkin penasaran sama sosok saya monggo dilihat saya yang pake jaket kuning. Posisi lagi pose ala patung pancoran jakarta, yg dibelakang ada birama raditya yg waktu itu nyambi kuli semen gresik, birama merupakan sosok putra unggulan desanya dari kota batu.

lanjut gaes, nah jadi pendakian ke gunung panderman ini dilakukan atas dasar random, alias tidak direncanakan sebelumnya. Ada teman saya kuliah yg sebetulnya jadi adek nemu gede sih karena udah saking akrabnya namanya velika. waktu itu tanggal 14-Mei-2015 alias kamis pagi velika dan temannya si winday/nday ngeline saya yang intinya ngajak naik gunung panderman karena hari jumatnya tanggal merah. Tanpa pikir panjang akhirnya saya iyakan aja, daripada besoknya liburan bosen dirumah cuma pake sarung sambil nonton cek dan ricek.

Jumat, 15-Mei-2015

Pendakian hari pertama dimulai pukul 13:00 WIB molor 1 jam. alias baru otw dari malang ke batu jam 14:00 WIB. kesuwen nemen i know that. start mendaki pukul 15:30 WIB. oh iya buat kalian yg belum pernah ke gunung panderman, panderman ini letaknya ada dideretan gunungan putri tidur. Lokasi Gunung Putri Tidur (Sleeping Beauty Mountain)ini membentang antara kabupaten Malang dan Kota Batu. Sekitar 30 km arah barat Kota Malang. Gunung Putri Tidur merupakan deretan pegunungan, diantaranya Gunung Panderman (kaki), Gunung Kawi (dada) dan Gunung Butak (kepala). Bentuk gunung putri tidur hanya bisa dilihat dari jarak jauh, umumnya bisa nampak dari Kota Malang. Kalau mau liat di google maps panderman punya koordinat 7°54′9″LS,112°29′51″BT.

Oke lanjot, jadi pendakian awal rencana mau digas cuma sama 3 orang. Yaitu saya, velika dan winday. Namun pada akhirnya kuota nambah 1 orang. (lagu-laguan pake kuota kaya naik haji) nambah si iqro temen main dikampus. Awal pendakian kami disuguhi dengan jalan model pavingan yang lumayan menanjak. Untuk velika dan winday yg memang kata mereka udah jarang olahraga hal tsb lumayan menguras tenaga. Terbukti dari nafas mereka seperti habis tarik tambang, nafasnya senin kamis tapi berkat ritme naik yang stabil akhirnya lama kelamaan mereka pun terbiasa, alhasil pukul 16:30 WIB kami tiba di Latar Ombo (1600 MDPL). Break sebentar kita langsung gas menuju puncak gemilang cahaya kalau kata AFI indosiar diwaktu jaman saya belum akil baliqh.

Oh iya gaes, disini kita sempet heran sama anak yang namanya Iqro. Karena waktu pendakian kita semua mandi keringat selayaknya orang kalau lagi naik gunung gimanasih, rambut lepek, muka kuli, dll. Tapi, si Iqro ini masih stabil, stabil pakaiannya kaga basah keringat, dan rambutnya pun masih kering rapi ala potong pomade anak jaman sekarang. Kembali ke laptop, 30 menit menjelang puncak kami disuguhi dengan track menanjak yg menuntut ilmu keahlian mengangkang. Kenapa? Karena track tersebut dipenuhi dengan batuan batuan besar yg memang untuk jalan menuju puncak setidaknya harus naik ngangkang-ngangkang melewati batu tersebut. Hari mulai gelap, tapi kita juga belum sampai puncak, ya karena ritme tracking kami yg memang menganut system perlahan tapi pasti.

Gracias Panderman-Malang-Mountains, Hiking, and Trekking-tommyfariz

DCIM103GOPRO

15 menit menjelang puncak perut sudah mulai lapar, terbayang aroma indomie rasa kari 2 bungkus yg meluap meluap diatas kompor + kopi good day favorit. Oiya, disini saya membuktikan sendiri kekuatan sebuah mimpi. Terbukti dari velika dan winday yang ketika waktu tracking saya toleh kebelakang mukanya udah kaya ditabokin skripsi anak sejurusan, ambyar morat marit kelelahan, tapi mereka pantang menyerah. Saya sempat khawatir sama winday, diakan anaknya badannya gede, se Meghan treinor gt lah, khawatir soalnya liat wajahnya udah kelelahan banget meskipun saya sudah menganjurkan break tiap 10 langkah naik, khawatir tar sampe puncak winday kurusan se behati prinslo bininye adam levine. Tapi karena mereka jagoan, punya mimpi pantang menyerah sebelum nyampai puncak akhirnya kuat kuat aja dibuat jalan, si Iqro apa kabar? Masih tetep dengan rambut keringnya dan kaos keringnya, heran asu.

Puncak rek! Itulah yang pertama saya ucapkan waktu pertama kali menginjakkan kaki dipuncak 2000 MDPL panderman di pukul 18:15 WIB Wajar saya begitu bersemangat karena ini baru pertama kali saya melakukan pendakian panderman di malam hari, apalagi setelah watu gede di panderman jalurnya menurut saya lebih parah daripada jalur gunung penanggungan. Tapi toh tetep aja dikemudian hari panderman ini jadi tempat favorit saya untuk nyepi dan mendaki sendiri dimalam hari kalau lagi ada masalah atau suntuk pikiran. Sok ide sih sebenarnya, tapi ya bagaimana lagi, saya selalu nemu inspirasi kalau naik panderman ini. Otak langsung berasa Mario teguh tanpa kepala mulusnya, quote quote dan ide keluar semua  . skip skip, begitu tiba dipuncak saya lumayan excited karena sepi, biasanya ramai seperti swalayan sardo deket UB. Langsung lah gapake lama kita dirikan tenda, ganti baju, dan masak!!

Setelah urusan masak memasak selesai kita semua cerita ngalor ngidul sebentar, dan gadapat 10 menit dah pada tidur semua, sempak. Tapi pukul 0:30 WIB saya sempat terbangun dan keluar tenda sebentar lalu memandang keatas dan Subhanallah ada milky way rekkk. Saya Cuma memandang kelangit sambil melamun karena kebelet boker tapi mager dan gasampe 10 menit saya langsung beranjak tidur lagi.

Gracias Panderman-Malang-Mountains, Hiking, and Trekking-tommyfariz

DCIM128GOPRO

Sabtu,16-Mei-2015

Pagi keesokan harinya kami bangun sekali dengan harapan liat sunrise. Tapi kali ini kami kurang beruntung karena langit agak mendung, jadi menurut kami sunrisenya standart aja kaya rambut si Iqro. Oh iya, pagi itu disebelah tenda kami ada rombongan reunion temen SMA dari sidoarjo. Isinya ya bapak-bapak,ibu-ibu dan anak-anak mereka, gokil sekampung diangkat diajak naik panderman. Salah satu bapak-bapak tersebut sempat berbicara kepada saya yg kurang lebih intinya seperti ini “ini kita lagi reunian mas, reuninya hari sabtu ini tapi beberapa udah pada datang hari jumat, yaudah saya ajak kepanderman, hahaha”. Pikir saya, gokil kepanderman kaya pergi ke Tunjungan Plaza aja tinggal gaspol. Di puncak panderman Setelah kegiatan masak memasak, kemudian kami segera siap siap merapikan tenda, dll dan kemudian pada pukul 10:00 WIB kami telah siap untuk turun meninggalkan puncak panderman. Sebelum turun kegiatan wajib foto-foto tak kami lewatkan baik ketika masih dipuncak maupun ketika perjalanan turun. Ketika turun kecepatan kami bisa dibilang cepat sekali karena hanya membutuhkan waktu sekitar 1 ½ jam untuk mencapai pos 1. Hikmah yang saya dapat dari pendakian kali ini adalah “all our dream can come true if we have courage to pursue them”. Itulah story awal saya yg morat marit di journesia ini. See di story berikutnya gaes, salam olahraga! 

Gracias Panderman-Malang-Mountains, Hiking, and Trekking-tommyfariz

DCIM167GOPRO

Gracias Panderman-Malang-Mountains, Hiking, and Trekking-tommyfariz

DCIM165GOPRO



0 Comments

Be the first to comment.