LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Curug Pareang

dya-iganov

On

Secara administratif, Curug Pareang berada di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Curug Pareang berada pada koordinat -7.036985, 106.779564. Curug Pareang merupakan air terjun yang berada pada kawasan karst di Kabupaten Sukabumi. Akses menuju Curug Pareang tidak terlalu sulit. Jarak Curug Pareang yang hanya sekitar 30 Km membuat Curug Pareang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai objek tujuan wisata andalan di bagian Selatan Kabupaten Sukabumi. Jalur menuju Curug Pareang merupakan jalur yang sama dengan yang menuju objek wisata Pantai Ujunggenteng di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Jalur yang ditempuh dari Kota Sukabumi yaitu menuju Kecamatan Gunungguruh melalui Jalan Pelabuhan II. Tepat di Pasar Pangleseran, Kecamatan Gunungguruh, arahkan kendaraan menuju Kecamatan Lengkon (tertera di papan penunjuk jalan). Ikuti jalannya hingga melewati kawasan karst di Kecamatan Jampang Tengah. Tepat sebelum memasuki Bojonglopang, ambil jalan kecil di sebelah kanan (bila dari arah Pasar Pangleseran). Cirinya adalah ada pos pangkalan ojek dan ada papan kecil bertuliskan arah menuju Curug Pareang.

Setelah masuk ke jalan kecil, ikuti jalan utama, dan bila menemui persimpangan, sebaiknya bertanya pada warga bila ragu, kebanyakan warga sudah mengetahui lokasi Curug Pareang, jadi tidak akan terlalu sulit. Jalan dari Desa Sindangresmi menuju Curug Pareang merupakan jalur tunggal, maksudnya ujung jalurnya merupakan area Curug Pareang dan buntu. Sudah ada portal dan pos tertibusi yang dijaga oleh warga setempat. Area parkirnya pun memanfaatkan tanah kosong di sekitar, bukan lahan parkir yang dibangun khusus layaknya objek-objek wisata kebanyakan. Dari area parkir Curug Pareang ini, perjalan yang sementara hanya direkomendasikan menggunakan kendaraan kecil dan sepeda motor ini diteruskan dengan berjalan kaki. Sebenarnya, bila mau membawa sepeda motor atau sepeda masih memungkinkan, hanya akan sedikit sulit karena medan jalannya. Perjalanan dengan berjalan kaki menuju Curug Pareang akan membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit dan medannya berupa turunan sepanjang menuju Curug Pareang. Waktu tempuh dari Curug Pareang menuju area parkir akan membutuhkan waktu lebih lama karean medannya berupa tanjakan dan akan sangat licin ketika musim hujan.

Secara keseluruhan kondisi jalan menuju Curug Pareang sudah cukup baik. Jalur Kota Sukabumi – Pasar Pangleseran kondisinya cukup baik, hanya ramai karena merupakan jalur lintas antar kota/kabupaten dan terdapat terminal. Kondisi jalan dari pasar Pangleseran hingga memasuki Kecamatan Jampang Tengah cukup rusak. Medan berupa turunan, jalan berkelok, serta lubang yang cukup dalam dan hampir menutupi seluruh permukaan jalan menjadi hal yang harus diwaspadai terutama bila melintas ketika menjelang malam. Kabut juga sering turun ketika menjelang malam di wilayah Kecamatan Jampang Tengah. Kondisi jalan akan sedikit membaik ketika memasuki Kecamatan Jampang Tengah, setidaknya sudah tidak ada lubang besar dan dalam yang menutupi permukaan jalan. Menjelang malam, kebanyakan yang melintas di jalur ini adalah truk pengangkut BBM, hasil hutan, dan truk pengangkut batukapur. Kondisi jalan setelah masuk ke jalan menuju Desa Sindangresmi, cukup sempit dan pengaspalan hanya sampai area kebun tidak jaih dari pertigaan. Selanjutnya, kondisi jalan akan menjadi jalan berbatu dan sedikit turunan hingga sampai di area parkir Curug Pareang. Kondisi jalan dari area parkir Curug Pareang hingga area wisata Curug Pareang masih merupakan jalan berbatu yang akan sangat licin ketika musim hujan. Medan berupa turunan curam dan panjang akan cukup menyulitkan kendaraan roda dua untuk melanjutkan perjalanan hingga tepat di area Curug Pareang ketika musim hujan. Menempuh perjalanan dengan berjalan kaki merupakan pilihan yang paling praktis sekaligus bisa sekalian untuk berolahraga setelah menempuh perjalanan menuju Curug Pareang.

Areal di sekitar Curug Pareang memang diperuntukkan untuk wisata, meskipun masih sebatas untuk wisata lokal. Tidak jarang, ketika akhir pekan banyak yang melakukan kegiatan kemping, terutama dari sekolah di sekitar ataupun pengunjung yang sekalian mampir ketika menuju ke Ujunggenteng. Terdapat beberapa fasilitas umum, seperti kamar mandi, beberapa bangku kayu seadanya, dan tempat sampah. Area di sekitar Curug Pareang masih alami, pepohonan masih cukup rimbun, jalan setapak pun masih berupa tanah yang akan cukup becek ketika musim hujan. Belum ada fasilitas penerangan dan tempat berteduh, sehingga tidak disarankan mengunjungi Curug Pareang menjelang sore hari. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Curug Pareang adalah ketika musim hujan, yaitu sekitar November – Maret.

Curug Pareang merupakan air terjun yang memiliki dinding air terjun cukup lebar dan landai, sehingga pengunjung dapat bermain tepat di bawah air terjun, bahkan ketika kering, pengunjung dapat sedikit memanjat hingga area yang sedikit datar di bagian atas, meskipun memang cukup beresiko. Curug Parenag belum memiliki kolam di bawah jatuhan airnya, meskipun demikian, ada beberapa bagian yang memiliki lubang yang cukup dalam. Selebihnya, bagian bawah dari aliran jatuhan Curug Pareang cukup landai dan datar. Berdasarkan bentuknya, Curug Pareang dapat diklasifikasikan ke dalam Block Waterfall, Slide Waterfall, dan Tiered/Multistep waterfall sebagai tipe utamanya. Dinding air terjun yang lebar memunculkan klasifikasi Block Waterfall yang salah satu cirinya adalah dinding aur terjun yang lebar. Dinding air terjun Curug Pareang tidak vertikal dan terjal, bahkan sudah melandai sejak dari ujung tebing, sehingga memunculkan klasifikasi Slide Waterfall meskipun kemiringannya tidak terlalu sempurna seperti salah satu ciri dari Slide Waterfall yang ada. Pada bagian kiri Curug Pareang (bila menghadap Curug Pareang), pada bagian dinding yang landai terdapat beberapa area yang sedikit datar, sehingga memberikan jarak antara dinding air terjun dan bila dilihat dari kejauhan akan memberikan kesan seperti berundak. Hal ini merupakan salah satu ciri dari klasifikasi Tiered Waterfall yang memang bercirikan adanya area yang menyerupai jenjang, meskipun sempit dan tidak terlalu terlihat jelas. Klasifikasi lainnya yang muncul, yaitu Cascade Waterfall. Kemunculan klasifikasi Cascade dipengaruhi oleh bentuk dinding air terjun yang cukup landai, sehingga pada saat volume terbesarnya pun, aliran jatuhan akan tetap dipengaruhi oleh bentuk dindingnya sehingga akan terlihat lebih tenang jika dibandingkan dengan tipe Catract Waterfall. Munculnya klasifikasi Cascade Waterfall yang dipengaruhi oleh bentuk dinding air terjun yang landai akan mempengaruhi juga kontak antara aliran jatuhan air dengan dinding air terjun. Aliran air pada dinding air terjun yang miring pada Curug Pareang mengakibatkan adanya kontak secara terus menerus antara aliran jatuhan air dengan dinding air terjun. Batuan pada dinding ari terjun kebanyakan masih berupa batukapur karena memang letak Curug Pareang masih tidak telalu jauh dari Karst yang tersebar di Kecamatan Jampang Tengah.

CURUG PAREANG



0 Comments

Be the first to comment.