LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

CURUG BUGBRUG

dya-iganov

On

Secara administratif, Curug Bugbrug berada di Desa Kertawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pencapaian ke lokasi air terjun ini bisa dikatakan cukup gampang meskipun masih banyak yang belum mengetahui keberadaannya. Hal ini dikarenakan karena Curug Bugbrug masih kalah pamor dibandingkan dengan Curug Cimahi dan Curug Tilu yang sebenarnya letak Curug Bugbrug ini berada di tengah-tengah kedua air terjun tersebut. Berikut uraian beberapa jalur masuk menuju Curug Bugbrug.

Villa Istana Bunga

Arahkan kendaraan Anda (baik mobil ataupun sepeda motor) menuju Terminal Ledeng kemudian belok ke kiri (Jalan Sersan Bajuri), ikuti terus jalan ini hingga ke pertigaan Terminal Parongpong dan Villa Istana Bunga. Masuk ke dalam komplek Villa Istana Bunga. Ikuti jalan utama di Villa Istana Bunga hingga ke bagian paling ujung, yang sudah mentok dengan tebing. Parkirkan kendaraan Anda di sini. Ikuti jalan setapak dengan medan berupa turunan yang akan sangat licin pada musim hujan. Jalan setapak ini akan membawa Anda hingga ke dasar jurang dan akan turun tepat di samping Curug Bugbrug.

Jalur CIC

Arahkan kendaraan (mobil ataupun sepeda motromenuju Terminal Ledeng kemudian belok ke kiri (Jalan Sersan Bajuri). Ikuti jalan ini hingga melewati Terminal Parongpong dan Universitas Advent. Setelah Universitas Advent, jalan akan kembali menurun dan sedikit berkelok-kelok. Tepat di turunan yang sedikit menikung, akan ada gapura menuju CICI Outbond di kanan jalan. Masuk ke jalan tersebut. Sebaiknya bertanya pada warga mengenai tempat terakhir untuk menyimpan kendaraan karena tidak akan ada penunjuk arah. Simpan kendaraan Anda di rumah penduduk tepat sebelum gardu penjagaan yang nampak tidak terurus. Lokasinya masih sebelum gerbang masuk ke CIC Outbond. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang cukup tersembunyi tepat di samping gardu penjagaan. Jalan setapak ini akan sangat licin ketika hujan. Jalan setapak ini akan tiba di ujung jurang dan ambil jalan yang menyeberangi jembatan. Aliran sungai di bawah jembatan ini merupakan aliran yang kemudian jatuh menjadi Curug Bugbrug. Setelah menyeberangi jembatan, ikuti kembali jalan setapak ke arah dasar jurang dan akan tiba di samping Curug Bugbrug.

Jalur Dusun Bambu

Arahkan kendaraan (mobil ataupun sepeda motromenuju Terminal Ledeng kemudian belok ke kiri (Jalan Sersan Bajuri). Ikuti jalan ini hingga melewati Terminal Parongpong dan Universitas Advent. Dari sini ikuti jalan menuju Dusun Bambu melalui Komando. Jalur ini juga merupakan jalur yang sama dan sudah familiar bagi para pendaki yang akan menuju jalur Pendakian Gunung Burangrang di Lawang Angin. Tepat sebelum gerbang Dusun Bambu, di kanan jalan, akan ada Masjid. Titipkan kendaraan (sepeda motor maupun mobil) di rumah penduduk yang sekaligus masih pemilik sebagian lahan di area sekitar Curug Bugbrug. Dari semua jalur masuk yang ada, jalur inilah yang paling ramai dikunjungi. Setelah menitipkan kendaraan, ikuti jalan setapak di samping Masjid melewati kebun warga hingga ke dasar jurang. Dari tengah jalan, akan nampak Curug Bugbrug di tengah hijau dan rimbunnya pepohonan. Jika hujan, jalan ini akan menjadi sangat licin.

Jalur Parongpong

Arahkan kendaraan (mobil ataupun sepeda motromenuju Terminal Ledeng kemudian belok ke kiri (Jalan Sersan Bajuri). Ikuti jalan ini hingga melewati Terminal Parongpong dan Universitas Advent. Setelah Universitas Advent, jalan akan kembali menurun dan sedikit berkelok-kelok. Tepat di turunan yang sedikit menikung, akan ada gapura menuju CICI Outbond di kanan jalan, lewati dan tepat sebelum jembatan akan ada pagar berwarna hitam di pinggir kana jalan tepat di tikungan, sehingga harus berhati-hati. Tidak jauh dari lokasi ini ada jembatan dan beberapa meter di depannya merupakan gerbang masuk Curug Cimahi. Simpan kendaraan Anda di depan gerbang. Jalur ini merupakan jalur termudah untuk menuju Curug Bugbrug. Medan trekkingnya relatif datar dan akan langsung muncul dari depan Curug Bugbrug.

Curug Bugbrug dapat diklasifikasikan sebagai tipe Ledge/Overhanging Ledge yang merupakan bentuk standar dan umum dari satu air terjun. Tipe ini menjadi klasifikasi dominan. Klasifikasi lainnya yaitu Plunge karena aliran jatuhannya langsung jatuh secara vertikal dan dalam satu lintasan tunggal vertikal tanpa mengenai dinding sir terjun. Ketika musim kemarau, tipe Horsetail akan lebih dominan muncul. Aliran jatuhan akan jatuh langsung secara vertikal dalam lintasan jatuhan tunggal tetapi aliran jatuhan air akan melakukan kontak dengan dinding air terjun. Curug Bugbrug memiliki kolam yang cukup luas dan pada bagian terdekat dengan lintasan air terjun kedalamannya sekitar 3-4 m. Kolam ini berair sangat jernih dan dapat digunakan untuk berenang, Terdapat tali pembatas area yang aman untuk digunakan berenang dan yang berbahaya meskupun hanya seadanya dan merupakan inisiatif warga. Hal ini dapat menjadi idikator dalam pengklasifikasian Curug Bugbrug ke dalam tipe Punchbowl. Curug Bugbrug berada pada ketinggian 1.050 m atas muka laut. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Curug Bugbrug adalah ketika musim hujan. Ketika musim hujan, volume jatuhan airnya akan mencapai volume terbesar yang menjadi daya tarik Curug Bugbrug tetapi medan untuk mencapai lokasi tidak terlalu sulit. Curug Bugbrug termasuk kedalam air terjun permanen, jadi ketika musim kemarau pun masih memiliki jatuhan air. Nama Bugbrug diambil dari Bahasa Sunda ngabugbrug. Hal ini dikarenakan air yang jatuh nampak seperti bertumpuk-tumpuk (ngabugbrug). Baik musim hujan ataupn musim kemarau, air dari Curug Bugbrug akan nampak jernih. Hal ini karena di sekitar aliran sungainya masih sangat bersih.



1 Comments