LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

Air Terjun Dlundung, Wisata Asyik, Harga Irit di Trawas Mojokerto

putrivia_fareza

On

Air Terjun Dlundung, Wisata Asyik, Harga Irit di Trawas Mojokerto-Surabaya-Travel Feature-putrivia_fareza

Bumi Perkemahan di Lokasi Wisata Air Terjun Dlundung

Air Terjun Dlundung, Wisata Asyik, Harga Irit di Trawas Mojokerto-Surabaya-Travel Feature-putrivia_fareza

Air Terjun Dlundung

Air Terjun Dlundung, Wisata Asyik, Harga Irit di Trawas Mojokerto-Surabaya-Travel Feature-putrivia_fareza

Sungai yang Airnya bersumber dari Air Terjun Dlundung

Lokasi Air Terjun yang paling dekat dengan Kota Surabaya adalah Dlundung, berjarak sekitar 60 km dari kota Surabaya, letaknya di desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Objek wisata ini berupa air terjun dengan ketinggian sekitar 14 m di lereng Gunung Welirang. Luas kawasan wisata Air Terjun ini sekitar 4,5 Ha di dalam area kawasan Hutan Lindung milik Perhutani KPH Pasuruan. Selain Air Terjun, kawasan ini juga digunakan sebagai Bumi Perkemahan dimana biasanya akan digunakan untuk berakhir pekan bersama keluarga tercinta.

Sungguh karena sudah suntuk dan penat dengan pekerjaan yang menguras otak maka saya dan adik saya merencanakan untuk pergi ke suatu tempat dengan pemandangan yang indah untuk merelaksasikan otak dan mencari hiburan dan Dlundung menjadi pilihan kami waktu itu. Minggu pagi yang cerah kami berangkat dari Surabaya setelah saya selesai mengikuti rangkaian acara jalan sehat yang diadakan oleh Kampung saya waktu itu. Dengan mengendarai motor matic saya bersama adik saya berboncengan menuju ke Trawas melewati Krian Mojokerto, dari situ kami lurus saja melewati jalan yang lumayan lengang meskipun kalau hari biasa cukup macet dan dipenuhi kendaraan Transformer sebutan kami untuk kendaraan-kendaraan besar seperti truck gandeng, trailer, dump truck dsb. Setelah hampir se jam kami melakukan perjalanan akhirnya kami sampai di Trawas, diamana jalannya sudah mulai banyak tanjakan, menikung dan menurun tajam, jadi kita harus cukup hati hati dalam menyetir tidak hanya itu kita juga harus mempersiapkan kendaraan yang fit, pastikan semua bagian kendaraan kita berfungsi dengan baik ya sobat jika mau berkunjung ke sini.

Ketika sudah sampai perempatan Jalan Trawas, dimana kalau belok ke kanan kita bisa ke arah pemandian Jolotundo, kalau ke arah kiri kita ke pemandian air panas Padusan, sedangkan kalau ke arah Dlundung kita lurus saja dari situ sekitar 50 meter ada belokan ke arah kanan jalan, dimana jalan tersebut lumayan kecil, hanya cukup dilalui dua mobil. Kiri kanan jalan menuju pos masuk lokasi wisata Dlundung ini pemandangannya cukup menarik, sawah yang membentang luas dan berundak undak cukup memanjakan mata ini sambil menyetir motor dengan kondisi jalan yang menanjak terus sampai menuju ke Pos masuk, kebetulan waktu di jalan menuju pos masuk ini kami berpapasan dengan salah satu petugas sensus ekonomi lanjutan 2016 yang sedang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi dan kemungkinan besar dia akan melakukan sensus di lokasi wisata ini. Wah keren yah kalau sensus ekonominya di lokasi wisata seperti ini, bekerja sambil berwisata.

Sesampainya di pos masuk saya membayar tiket sebesar Rp. 28.000,- berdua sama adik saya. Setelah membayar kami masuk area di lokasi wisata Dlundung, waktu itu banyak orang yang sedang berkemah di dekat pintu masuk, ada yang di atas, ada yang dibawah, pemandangan di sekitar luar biasa indah, kita berhenti buat selfie-selfie sejenak sambil duduk sebentar menikmati indah dan sejuknya suasana sekitar. Setelah itu kita menuju tempat parkir kendaraan yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi pos masuk, kemudian kita menuju ke lokasi air terjun, yg lumayan dekat 50 meter dari tempat parkir. Wuiihhh, perjalanan sejam setengah langsung ditebus dengan dinginnya air di sekitar air terjun, kaki saya masukkan ke air sungai yang cukup deras mengalir dari atas, sungainya cukup panjang, sehingga pengelolah kawasan ini membuat wahana tubing di bawah, cuma karena saya cuma berdua, jadi kami belum sempat mencoba wahana tersebut. Karena saya mengunjunginya ketika hari minggu maka lokasi ini sangat ramai waktu itu, banyak muda mudi yang dimabuk cinta, ada yang bersama keluarga, atau bersama teman-teman sekelas mengunjungi lokasi wisata yang menarik ini.

Puas menikmati suasana di Dlundung, kami pun pulang dan hendak melanjutkan perjalanan pulang, tapi sebelum itu seperti biasa, enggak afdhol rasanya kalau berwisata tanpa mebeli oleh oleh khas dari daerah tersebut, namun sayangnya di sekitar lokasi wisata Dlundung ini masih belum ada pasar yang menyediakan oleh oleh khas dari wisata ini, seperti kaos atau pernak pernik lainnya, yang ada hanya warung makan sama penjual sayur murah di sekitar lokasi, karena menurut saya tidak ada yang menarik, maka saya langsung melanjutkan perjalanan pulang menuju Surabaya.

Nah waktu perjalanan pulang saya melihat ke arah kiri jalan ada tempat yang menyewakan spot spot indah buat selfie, karena saya sendiri hobi selfie, maka saya tidak melewatkan hal tersebut, mampirlah saya ketempat tersebut, dengan membayar Parkir motor sebesar Rp 3000,- dan biaya sewa tempat selfie sebesar hanya Rp 5000,- saya bisa selfie sepuasnya di spot spot yang dibuat oleh jasa penyewaan tempat selfie tersebut. Tempatnya cukup menarik, berada di pinggir tebing, dari tebing tersebut kita bisa melihat pemandangan lereng GUnung Welirang yang sangat indah, sungguh sangat sayang untuk di lewatkan sobat ketika kalian mengunjungi lokasi wisata ini. Setelah cukup puas selfie di beberapa spot, maka saya dan adik saya melanjutkan perjalanan pulang yang tertunda tadi.

Yang patut disayangkan dari lokasi wisata ini, masih belum tersedianya buah tangan dan kuliner yang khas daerah Trawas di sekitar Lokasi Wisata ini, Selain itu jika saja pengelolah menyediakan berbagai Spot Spot menarik untuk Selfie, serta kolam renang disekitar lokasi wisata, memperbaiki infrastrukturnya bisa menambah Pendapatan Pemerintah Daerah sekitar dari Retribusi dan menambah daya tarik masyarakat agar mengunjungi lokasi wisata ini.



0 Comments

Be the first to comment.