LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

4 Hari Berwisata ke 9 Tempat Mewah dan Seru Dengan Biaya Murah

mardo_sitohang

On

Trip kali ini kami menjelajahi pulau-pulau cantik dan eksotis di kepulauan kalimantan timur, tepatnya pulau pulau kecil yang menyimpan jutaan pesona alam yang tidak kalah dibanding maldives sekali pun. Perjalanan dimulai pada tanggal 16 Agustus 2017 yang lalu dan berakhir tanggal 20 Agustus 2017, atau menghabiskan waktu selama 5 hari 4 malam. Sebelum saya menyebutkan nominal biaya yang saya keluarkan, saya akan mengajak pembaca disini melihat semua tempat yang kami jelajahi, dan semua hal hal seru yang kami lakukan.

Dari foto dan video yang akan saya bagikan, jujur saja, ini adalah hasil jepretan dari  kamera handphone, karena tidak satupun dari kami yang membawa kamera pro atau drone.

Saya pribadi memulai perjalanan ini dari kota Banjarmasin menggunakan pesawat udara menuju kota Tarakan dan transit di Balikpapan. Kami memilih tempat berkumpul dikota Tarakan, karena rombongan trip kali ini dari berbagai daerah di Indonesia, ada dari Banjarmasin, Solo, Yogjakarta, Surabaya, Samarinda, Padang, dan teman yang sekaligus jadi pemandu kami berasal dari Tarakan.

1. Maratua Paradise Resort

Tempat pertama yang kami tuju adalah Maratua Paradise Resort yang berada di Pulau Maratua kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dari pelabuhan Tarakan diperlukan waktu kurang lebih 3 jam dengan menggunakan speedboat. Tiba disana sekitar pukul 18.00 wita, langsung disambut oleh petugas petugas resort dengan senyuman manis dan memberikan handuk tangan untuk sekedar membasuh wajah, keindahan pemandangan matahari tenggelam pun kami nikmati sebagai pengobat rasa lelah. Namun saya sedikit heran, tempat seindah dan sekeren ini, sangat sedikit wisatawan lokal yang saya temui menginap disini, padahal momennya adalah hari libur, hanya ada beberapa orang team diving yang akan melakukan upacara 17an di bawah laut maratua, itu pun dari wajah mereka kebanyakan turis asing dari barat, jepang dan malaysia. Saya sempat bertanya kepada motoris kapal yang membawa kami, dia mengatakan alasan utama wisatawan lokal kurang berminat kesini karena biayanya cukup mahal. Saya fikir alasan yang kurang masuk akal, karena dengan apa yang saya dapatkan, ini sudah termasuk wisata murah. Tarif menginap semalam hanya dibandrol 660.000 rupiah untuk beach villa (villa dipinggir pantai) dan 1.200.000 rupiah untuk water villa (villa diatas air) itu sudah termasuk biaya masuk, sarapan, makan siang dan makan malam, makanannya juga adalah ikan ikan segar seperti kakap, cumi, dll, ditambah kopi dan teh tersedia selama 24 jam tanpa biaya tambahan. Sangat disayangkan apabila warga Indonesia memilih berlibur ke luar negeri tapi belum pernah berlibur ketempat ini.

Pagi hari kami sempatkan untuk mengumpulkan foto-foto selfie maupun wefie keren, berenang di jernihnya air pantai dan melakukan hal-hal seru lainnya, tak lupa kami melakukan upacara kemerdekaan sederhana untuk merayakan HUT RI ke 72 sebelum kami melanjutkan perjalanan ke objek wisata lainnya.

2. Goa Halo Tabung atau Goa Haji Mangku

Untuk menuju objek wisata ini, sang motoris kapal menawarkan 2 opsi. Pertama dengan berjalan kaki dari maratua paradise selama kurang lebih 7 jam dengan menelusuri hutan, atau yang kedua menyusuri bibir pantai dengan speedboat selama 20 menit. Kami pun tak lama menentukan pillihan dengan memilih opsi kedua. Tiba di bibir pantai tempat pintu masuk objek wisata goa haji mangku, kita harus sedikit berjalan kaki lagi sekitar 10 menit, melewati hutan. Ditengah perjalanan motoris memberikan beberapa cerita cerita mistis tentang goa tersebut, dan sesampainya ditujuan, sayapun semakin merasa merinding karena melihat kebagian bawah object goa, seperti sebuah jurang terjal dan sempit yang dikelilingi stalaktit dan bebatuan yang tajam-tajam.

Antara rasa takut karena pikiran parno dan horor, bersatu dengan hasrat untuk melompat kebawah jurang, karena melihat genangan air didalamnya yang biru bening sangat menggoda.

Karena kesempatan belum tentu datang 2 kali, saya putuskan untuk ikut melompat kedalam, setelah di contohkan oleh Wawan (Asisten motoris). Dan setelah berada didalam air, suasana horor seketika hilang, malah rasanya ingin mengulangi lompat lagi dan lagi. Untuk bisa naik kembali keatas, kita harus berenang melewati lubang bebatuan alami (goa), yang cukup gelap. 

3. Pulau Bakungan

Pulau Bakungan adalah 2 pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan yang sangat panjang, dan ditengah jembatan di buat sebuah dermaga khusus kapal kecil. Rencananya kami akan makan siang di pinggiran pantainya, namun karena posisi air laut yang terlalu dangkal akibat surut, maka kapal speedboat tidak bisa sampai ke pinggir. Ada satu cerita dari motoris yang sempat membuat rasa sedih muncul, karena pulau terluar dan merupakan pulau perbatasan Indonesia ini ternyata sudah sejak lama dikelola oleh orang dari kewargaan jerman, alangkah sayangnya pulau sebagus ini kenapa bukan orang Indonesia sendiri yang mengelolanya. Tidak hanya itu di dua pulau ini dibangun sebuah resort mewah yang bernama nunukan resort, yang harga permalamnya dibandrol dengan harga 8 hingga 12 juta. Tidak terbayang, Maratua Paradise Resort dengan harga ratusan ribu saja sepi dari wisatawan lokal, apalagi resort semahal itu. Mungkin karena melihat ekspresi wajah kami yang sedikit bersedih, sang motoris mengatakan, kedua pulau itu nantinya akan diambil alih dan dikelola oleh pemda setempat, tinggal menunggu masa sewa si warga jerman selesai. Semoga saja.

4. Goa Lubang Ikan , Danau Kai Daing

Ketika tiba di goa lobang ikan, posisi air laut justru kebalikan dari pulau bakungan, disini air malah tinggi sehingga lubang goa tertutup air. Karena tak satupun diantara kami yang membawa kamera profesional yang waterproff maka dokumentasi goa ini tidak terekam. Jika penasaran ingin melihat kerennya goa ini, silahkan googling dengan keyword “Goa Lubang Ikan”.

Diseberang laut sedikit melewati daratan dari pulau maratua, sedikit mendaki untuk naik keatas, terdapat sebuah danau, Danau Kai Daing. Sebagian dari kami memilih mendaki daratan untuk menuju danau tersebut, dan sebagian lagi, berenang melewati goa sempit nan gelap yang disebut dengan goa lubang ikan. Didalam goa ini kita harus memakai sepatu snorkeling tidak disarankan pakai sepatu diving, apalagi pakai sendal, parah lagi kalau ceker ayam (tidak pakai alas kaki), karena kita akan berenang dan berjalan menunduk secara bergantian, karena tingkat kedalam airnya berbeda beda sepanjang goa, dan dinding dinding goa ini terdapat batu dan karang yang tajam. Goa Lubang Ikan ini, akan tembus sampai ke danau Kai daing, yang terkenal dengan air yang sangat jernih, dan ratusan jenis ikan cantik didalamnya. 

5. Danau Kakaban

Sedikit cerita tentang Danau Kakaban. Danau ini terbentuk dari air laut yang terperangkap dipulau kakaban, karena sudah lama bercampur dengan air tanah dan air hujan maka air ini tidaklah lagi asin seperti air laut sebelumya. Air laut yang terperangkap membawa serta beberapa fauna laut. Namun fauna laut yang dapat beradaptasi didalamnya hanya beberapa jenis saja, diantaranya ubur ubur, dan cacing laut. Ubur ubur yang ada disini jumlahnya sangat banyak, dan tidak beracun. Danau seperti ini hanya ada 2 didunia, salah satunya di kepulauan micronesia.

Untuk menuju danau ini, dari pintu masuk dipinggir pantai, kembali kami harus berjalan kurang lebih 15 menit menyusuri hutan. Namun jalan menuju kesini sudah di beri jembatan papan dan beberapa anak tangga.

Ada satu kejadian seru, dimana salah satu team kami dapat teguran dari motoris kapal. Sebabnya mencoba mengangkat ubur ubur dari dalam danau, untungnya ketidak tahuan kami tidak menyebabkan ubur ubur tersebut sampai rusak atau mati. Motoris memberitahu bahwa ubur ubur disini dilindungi hukum, bahkan untuk melompat kedalam danau harus ekstra berhati hati karena badan ubur ubur yang sangat rentan terhadap guncangan air.

6. Talisayan - Berinteraksi dengan Whale Shark si ikan raksasa

Di objek wisata talisayan ini, kita akan berada ditengah laut luas. Motoris akan mengajak kita pagi pagi sekali untuk menuju lokasi ini, karena disini kita akan berinteraksi dengan ikan raksasa Whale Shark, atau ikan Hiu Paus, atau hiu tutul, yang hanya muncul kepermukaan disaat subuh atau pagi sekali. Bila sudah siang kesempatan dapat moment ini menjadi lebih kecil. Disini penyesalan terbesar tak terbendung lagi, karena tidak ada alat atau kamera yang bisa dibawa kedalam air. Biasanya motoris akan menawarkan jasa sewa kamera profesional atau kamera sport waterproof, sayangnya pada saat itu semua kamera statusnya sedang disewakan orang lain. Namun motoris memberi kami semangat lain, karena mengatakan kesempatan ini langka, tidak semua wisatawan dapat moment ini, karena ikan whaleshark ini termasuk ikan yang jumlahnya sangat sedikit, dan tidak setiap hari kelihatan.

Memang untuk bisa menemukan ikan Whale Shark ini butuh waktu cukup lama. Motoris akan mengitari satu persatu kapal / bagan nelayan dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya saling berjauhan. Ternyata ikan jinak ini sudah sangat akrab dengan nelayan nelayan disana, jadi hampir setiap pagi ikan ini akan muncul ke permukaan seperti menyapa para penghuni kapal / bagan.

Sempat rasa takut menghampiri, karena melihat begitu besarnya ikan tersebut dan teringat sebuah film dimana ikan hiu besar dapat memangsa manusia. Lagi lagi rasa takut itu harus dilawan, satu persatu kita melompat kedalam laut, dan mendekati si hiu paus. Ketika bersentuhan dengannya jantung rasanya berdetak kencang, apalagi jika ikan tersebut mengalihkan kepalanya tepat kehadapan kita, rasanya sudah pasrah jika harus jadi mangsanya. Namun motoris mengatakan agar ikannya dibelai belai seperti kucing, dan ikan tersebut akan bereaksi seperti ingin mengajak bermain bersama.

Sekedar informasi tambahan, jenis ikan Whale Shark ini tidak berbahaya. Tidak memiliki gigi yang berarti, makanannya hanya berupa ikan ikan kecil. Jika kita sedikit menyelam, kita akan melihat disekitar tubuh ikan ini, banyak ikan ikan kecil yang mengikutinya, sebagai tempat berlindung, sekaligus memakan plankton plankton ditubuh ikan besar itu.

7. Danau Cermin / Labuan Cermin


Berada dikecamatan biduk biduk, berau, kalimantan timur. Dinamakan labuan cermin atau danau cermin, karena airnya yang sangat bening, dan memantulkan cahaya matahari, sehingga benda atau kapal atau pohon pohon disekitarnya akan memantulkan bayangan persis seperti cermin. Sayangnya ketika kami tiba disini sudah cukup siang, dan sudah banyak orang yang berenang didalamnya, sehingga pantulan cermin yang kami harapkan tidak ditemui. Namun walau begitu air tetap terlihat biru jernih, dan sangat begitu menggoda untuk segera terjun berenang didalamnya. Selain air yang sangat bening, danau ini juga terkenal dengan sebutan danau dua rasa, dimana 2 meter keatas permukaan air itu rasanya tawar, sedangkan sisanya sampai kedalam dasar rasanya asin. Penasaran akan kebenarannya, kami pun membuktikan dengan cara menyelam kedalam dengan membawa botol air mineral kosong, lalu mengisinya dengan air yang berada didasar, dan terbukti.

8. Pulau Manimbora / Spongebob Island


Pulau manimbora atau lebih dikenal akrab dengan julukan Pulau Spongebob, karena bentuk dan tatanan pohon pohonnya mirip dengan bikini bottom pada serial kartun spongebob and squarepants. Spot spot pulau kecil ini sangat cantik untuk dijadikan background foto. Yang perlu diketahui, pulau ini hanya cocok untuk dijadikan objek wisata pantai, dan tempat berfoto ria, #selfie atau #wefie. Jangan pernah kepikiran untuk bermalam dan menginap disini, karena selain pulau kecil tak berpenghuni, pulau ini juga banyak terdapat makam makam tua. Ceritanya penduduk dari seberang pulau pada zaman dahulu, memakamkan keluarganya yang meninggal dipulau ini. Yang lebih kelihatan seram lagi, disekitar pulau ini, kita akan menemukan tulang belulang manusia berserakan, karena sebagian makam yang ada tergerus air ombak sampai tulang dan tengkoraknya keluar dari kubur. Saat kami kesana, kami mendapatkan foto beberapa tulang yang dimaksud, dan beberapa nisan yang sudah tertutup oleh rumput dan pohon kecil. 

9. Pulau Sangalaki

Di pulau ini, terkenal dengan tempat diving paling bagus, kita juga bisa melihat penangkaran penyu besar, dan melihat telur telur penyu yang siap menetas. Dalam perjalanan kepulau ini, jika beruntung kita akan menemui kumpulan ikan lumba lumba bermain disekitar kapal kita. Tapi sayangnya objek wisata ini tidak sempat kami jalani, bukan karena waktu yang tidak cukup, namun karena cuaca yang tidak mendukung. Ditengah perjalanan menuju pulau ini, kami diguyur hujan ditengah laut, dan ombak cukup besar. Motoris menyarankan agar perjalanan kesana diurungkan demi keselamatan.

Catatan penting buat kita semua, selama perjalanan karena trip yang kita hadapi adalah lautan luas dan lepas, maka ikutilah apa instruksi motoris kapal, karena sudah pasti demi keselamatan bersama.

10. Pulau Derawan

Saya yakin banyak yang sudah tidak asing dengan pulau derawan. Dipulau ini biasanya banyak dijadikan alternatif backpacker atau wisatawan sebagai tempat menginap, karena harga resort maupun kamarnya jauh lebih murah dibanding menginap dimaratua. Diderawan ini banyak penginapan dengan aneka harga mulai dari 100 ribuan hingga 1 jutaan. Maka sebagai alternatif menghemat kami menginap disini selama 2 malam. Tempatnya lumayan nyaman, hampir semua kamar dan ruangan berada diatas air laut layaknya water villa di maratua.

Selama 2 hari, kami disini hanya menikmati suasana malam hari untuk beristirahat, karena pagi pagi sekali sudah bergerak menuju objek objek wisata yang telah saya sebutkan. Jadi kami tidak sempat mengeksplore tempat tempat keren disekitar resort derawan ini. Menurut motoris kapal, tak jauh dari resort ada beberapa tempat pengembang biakan penyu, pemukiman penduduk yang menjual aneka hasil laut dan kerajinan tangan. Ada juga tempat tempat bersejerah seperti kuburan kuda, tadinya saya berfikir yang dimakamkan disana adalah hewan kuda, ternyata informasi yang saya dapat itu adalah kuburan 2 orang sultan pada masanya, dan dibuatkan nisan berbentuk patung kuda.

Itulah 10 perjalanan dan tempat-tempat yang sebelumnya saya katakan murah. Kenapa saya berani mengatakan biayanya murah, karena jika dibandingkan dengan biaya agen agen travel yang menuju kesana, maka biaya yang saya keluarkan masih jauh dibawah yang mereka tawarkan, dengan rute atau spot-spot yang mungkin lebih sedikit. Umumnya agen agen  travel mematok harga kesana mulai 8 juta hingga 15 jutaan, sedangkan yang saya keluarkan biayanya tidak sampai diangka 5 juta, itupun sudah termasuk biaya saya menginap di kota tarakan 1 malam di hotel bintang 3, antisipasi agar tidak ketinggalan pesawat kebanjarmasin.

Sebelum mengakhiri cerita ini saya berikan beberapa tips yang kami lakukan.

1. Berikan jeda waktu yang cukup sebelum berangkat, artinya kita siapkan perencanaan keberangkatan.

2. Usahakan untuk tidak menggunakan jasa agen travel, tapi kumpulkan setidaknya 12 sampai 15 orang teman, keluarga, rekan kerja atau kerabat. Hal ini untuk membagi biaya sewa resort dan sewa kapal / speedboat. Biaya yang paling mahal ada dibiaya speedboat, karena speedboat dan motorisnya kita bayar standby. 1 speedboat ukuran besar dapat ditumpangi sampai 17 orang, termasuk motoris dan asistennya. (Jika ada yang berminat bisa inbox ke saya untuk nomor kontak motoris yang kami gunakan)

3. Rajin memeriksa situs situs penyedia tiket pesawat untuk mendapatkan harga promo atau harga termurah. Saya pribadi dari banjarmasin dapat harga tiket pesawat sampai ke tarakan hanya 490 ribu rupiah, normalnya diharga 900 ribu sampai 1 juta rupiah.

4. Bawa uang secukupnya saja, karena di setiap tempat yang kita lalui, rata rata sepi dari penduduk bahkan tidak berpenghuni, artinya kita bakal jarang menemui pedagang selama berada disana.

5. Bawa obat dan ATK semaksimal mungkin. Terutama bagi yang sering mabuk laut, karena medan yang kita hadapi 50% berada diatas speedboat diatas lautan.

6. Bawa body lotion atau sunblock, bila diperlukan pakailah yang memiliki kadar spf diatas 50%, karena cuaca kalimantan yang panas mataharinya terkadang ekstrim apalagi kita berada diarea laut.

7. Hal yang sangat penting, terutama untuk dokumentasi. Bawalah camera waterproof atau sport camera terutama kamera yang sangat cocok dibawa untuk diving atau sekedar snorkeling. Bila tidak ada bisa menggunakan pelindung Handphone yang tahan air sampai kedalaman beberapa meter.

8. Jangan lupa sebelum berangkat tinggalkan surat wasiat untuk keluarga bila ada warisan langsung dibagi, jaga jaga kalau dimakan ikan Whale Shark... hahaha... bercanda boss ku, tapi kalau dianggap serius juga tidak apa.

Satu foto terakhir, yang menggambarkan betapa kayanya kita punya negara Indonesia, yang semakin menambah serunya perjalanan ini.

Inilah kami yang terdiri dari beragam suku, budaya, etnis, dan agama yang berbeda tapi bersama bersatu menikmati keindahan alam Indonesia.



0 Comments

Be the first to comment.