LOGIN TO JOURNESIA

or
CLOSE

11 Days Getaway to Nusa Tenggara: From The West to The East 

elsprim

On

Someone asked me to write my blog in English, but I don't know, I feel more comfy if I write this in Indonesian, so okay. Just go on. Bahasa Indonesia lebih enak untuk dibaca menurut saya. Tapi di mix aja juga gapapa sih, biar adil :-) this is gonna be a long long long post. 

So, the journey starts here....

Day 1

Pada tanggal 1 Juli 2015, saya, adik saya (Idhan), dan dua sepupu saya (Rara & Elmira) memutuskan untuk pergi ke bagian Tenggara Indonesia. Semua dimulai dari pesawat Jakarta - Lombok. 

LOMBOK - NUSA TENGGARA BARAT

Beberapa bulan yang lalu, saya sempat pergi ke Lombok pada musim hujan. Dan hal tersebut membuat saya kurang puas sehingga berjanji pada diri sendiri harus kembali lagi ke Lombok pada musim kering. Dan janji itu saya tepati juga akhirnya. Turun dari pesawat, kami langsung dijemput oleh supir sewa mobil dan menuju ke pantai Batu Payung di Lombok Tengah. Tempat ini pernah dipakai untuk iklan rokok Dunhill, untuk menuju kesana, dari tempat mobil di parkir, perlu berjalan sekitar 30 - 45 menit. Seharusnya bisa lebih cepat, tapi karena kondisi kita sedang puasa dan belum terlatih, jadi perjalanan ke Batu Payung memakan waktu agak lama. But, we made it! 

Perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Aan dan Bukit Merese. Kita naik ke bukit Merese dan sekarang sudah mulai terbiasa bagaimana dalam keadaan puasa pun, liburan tidak boleh sia - sia hanya karena lapar dan haus. Dengan sedikit memaksa, sekitar pukul 14.00 WITA, kita naik ke Bukit Merese, and took so many photos, biar gak sia - sia perjuangan kita. 

Dan ternyata... gitar Idhan ketinggalan di Bandara. Akhirnya kita balik lagi ke Bandara dan voila! ketemu. utuh. Gak terbayang kalau gak ada gitarlele itu. Pasti fotonya bakal mati gaya banget. 

Kami kembali ke Mataram, dan menginap di hotel yang sudah saya booked beberapa bulan lalu. Idoop Hotel Mataram (murah, lucu, modern, dan lokasi ditengah kota). 

Berkah Ramadhan Hari 1:
> Mobil sewaan Avanza diganti Innova baru dengan harga yang sama
> Gitarlele yang tertinggal berhasil ditemukan kembali
> Hotelnya dekat dengan tempat makan, sehingga mudah mencari makan untuk sahur

Day 2

Kita dijemput untuk melakukan perjalanan ke Flores via Sumbawa dengan Bus, bersama dengan teman - teman dari Kencana Adventure. Dari Mataram ke Labuan Lombok memakan waktu sekitar 2.5 jam, Kami berangkat dengan kapal Phinisi. Kebetulan hanya kami dan satu orang lagi yang berasal dari Indonesia. Belasan orang lainnya berasal dari berbagai negara dan mereka sedang melakukan ekspedisi besar ke berpetualang di Indonesia. Dari Labuan Lombok, memakan waktu 2 jam untuk sampai di wilayah Sumbawa. Yaitu Pulau Kenawa. 

PULAU KENAWA - SUMBAWA BARAT

Pulau Kenawa merupakan pulau yang tidak berpenghuni yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Ada savanna, dan tanaman yang bentuknya bulat - bulat (saya tidak tahu namanya) dan ada bukitnya yang bisa melihat pemandangan sunset dari atas sana. 

Ada banyak yang salah tentang pulau Kenawa dan Kanawa. Kenawa terletak di Sumbawa, Kanawa terletak di Flores. 

Untuk menuju bukit yang ada di pulau ini, seharusnya tidak memakai flip flop karena sangat licin dan berpasir. Saya salah banget pakai flip flop, jadi ya naik dan turunnya memakan waktu agak lama. Tapi saya sangat puas karena banyak mendapatkan masterpiece foto di Pulau ini :)

Dari Pulau Kenawa, perjalanan dilanjutkan menuju Sumbawa Tengah, dan baru sampai di Pulau Moyo keesokan harinya. 

Puasa hari ini ditutup dengan buka puasa ditemani sunset yang begitu luar biasa.

Day 3

PULAU MOYO & PULAU SATONDA - DOMPU, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT

Pagi hari, kapal kami sampai di Pulau Moyo. Berjalan dari pantai menuju air terjun untuk mandi memakan waktu kurang lebih 10 menit. Ada yang unik di air terjun pulau Moyo ini. Yaitu, air terjunnya dapat dipanjat. Kapan lagi saya memanjat air terjun tanpa takut jatuh? 

Dari Pulau Moyo, perjalanan  dilanjutkan menuju Pulau Satonda di Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang memakan waktu selama dua jam. Pulau Satonda memiliki danau air asin, kita berempat berenang di danau tersebut, setelah itu snorkeling di sekitar pantai pulau Satonda.

Day 4

Dari Satonda, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo di Flores. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 8 jam. Kami dibangunkan sahur dan sahur bersama dengan awak kapal yang ramah - ramah dan pandai memasak. Sahur on the Boat. 

PULAU KOMODO - FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

Bangun pagi, dari cabin tempat saya tidur, saya dibangunkan oleh matahari yang baru terbit. Saya langsung keluar dari cabin dan menyaksikan sunrise dari atas kapal dengan pemandangan bukit - bukit. Jurassic World, in real life, in Indonesia. Saya dapat melihat matahari dan bulan dalam waktu yang bersamaan, and this is the best sunrise that I've ever seen in my entire life.

Menurut penjelasan para ranger, pada bulan - bulan Juli sampai Agustus ini biasanya Komodo jarang terlihat, mereka kadang bersembunyi atau sedang menjaga telur - telurnya. Ranger menjelaskan tentang kehidupan komodo, cara mereka makan, cara mereka bertahan hidup dan sebagainya. Komodo kecil yang baru menetas dari telur akan langsung naik keatas pohon palem, ia akan tinggal diatas sana selama kurang lebih dua tahun, diatas sana mereka memakan hewan - hewan kecil seperti tokek, ular, dan sebagainya. Mereka tinggal diatas sana karena apabila tetap berada dibawah, mereka akan dimakan oleh induknya sendiri. Komodo adalah hewan kanibal. 

Di Pulau Komodo ini, saya hanya melihat Komodo yang kecil yang sedang berjemur dipinggir pantai. Kabarnya di pulau Rinca (Loh Buaya), akan lebih banyak melihat komodo karena pulaunya lebih kecil. 

Di hari yang sama, perjalanan dilanjutkan ke the famous Pink Beach. Pantai ini adalah pantai yang ter cute menurut saya. Karena saya adalah pecinta warna pink :)

Cuaca, dan cahaya matahari sangat berpengaruh dengan terlihatnya pasir yang berwarna pink ini. Lagi lagi saya beruntung karena pergi di bulan Juli, dimana sedang musim panas dan kering, matahari yang tidak terutup awan sehingga warna pink nya sangat jelas terlihat. 

Dari Pantai Pink, kami berangkat menuju kota Labuan Bajo, dan menginap di kapal di Labuan Bajo. Di Labuan Bajo, kita dibebaskan untuk berjalan - jalan sendiri. Labuan Bajo adalah kota yang sangat kecil sehingga kita tidak memerlukan kendaraan untuk berkeliling di kota ini. Sambil menunggu adzan maghrib, kita menemukan banyak restoran yang view nya langsung ke laut. Tetapi, kami memilih untuk makan di Sentra Kuliner Malam Labuan Bajo, disana makanannya murah, hanya dengan 100 ribu rupiah untuk ber empat, kami memesan Ikan kakap bakar,  cumi goreng tepung, plecing kangkung, dan nasi putih. 

Semuanya benar - benar worth the struggle karena berjalan kaki long trek di Pulau Komodo dan berenang di Pink Beach yang menguras banyak tenaga. 

Setelah kenyang, kami mampir ke Mediterraneo untuk minum kopi dan makan dessert, Mediterraneo adalah restoran Italia yang di rekomendasikan oleh Dilla Awaluddin, teman saya yang beberapa minggu sebelum saya pergi ke Labuan Bajo. 

Kami stay over night on the boat di Labuan Bajo, keesokan harinya, kita mencari Komodo lagi di Pulau Rinca. 

Day 5

PULAU RINCA - KEPULAUAN KOMODO, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

Saya kira ini adalah hari terberat dari semua hari yang sudah saya lalui dengan puasa di liburan kali ini. Pulau Rinca terasa begitu gersang dan panas. Kami menemukan 6 Komodo besar di Rinca. Ada yang sedang berjemur, ada yang sedang cuddling karena musim kawin, ada yang ditengah jalan sehingga kita harus mencari jalur alternatif yang mana harus mendaki ke bukit - bukit, dan ada komodo yang mendatangi rombongan kita karena mencium bau darah. Kita juga menemukan seekor ular, yang menurut ranger, jika tergigit maka akan mati dalam 20 menit. Ini serem banget. 

Menurut Ranger, Komodo bisa mencium bau darah dari kejauhan 5 kilometer. haha itu jauh banget loh kayak dari pasar mayestik ke Blok M. Mungkin lebih jauh lagi :')

Setelah puas dikejar Komodo dan sport jantung, kita melanjutkan perjalanan ke Gili Laba atau Gili Lawa. Hampir semua orang yang ke Pulau Komodo pasti pernah ke Gili Laba. View dari atas bukitnya sangat indah. This place is exactly the same the way I saw it in Google. Now I believe in Google. 

Akhirnya kesampean foto disini, dengan gitar lele, Idhan dan Mbak Rara juga sempat membuat video klip disini. Keren banget. Gak mau pulang. Gak mau turun. 

GILI LAWA DARAT - KEPULAUAN KOMODO, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR

Tempat ini adalah tempat yang sudah saya idam - idamkan sejak tahun 2013. Saya sangat beruntung karena akhirnya bisa foto disini, dapat membandingkan yang nyata dengan Google yang ternyata tidak ada bedanya. 

Day 7

Keluarga kita di kapal sudah ganti, ada beberapa dari mereka yang hanya sampai di Labuan Bajo. Rombongan kemarin banyak yang masih berusia 20an, rombongan yang baru ini lebih kalem dan liburan keluarga. Mereka sangat baik dan kami menghabiskan banyak waktu di kapal untuk bercerita - cerita bersama mereka. Kami kembali lagi ke Lombok melewati Sumbawa dan akan berhenti di tempat - tempat yang sudah saya singgahi sebelumnya. 

Dalam perjalanan meninggalkan Flores, kita melewati selat Sapi yang ada diantara Sumbawa dan Flores. Saat mendekati waktu matahari terbenam. Tiba - tiba seorang bule yang sedang berjemur berteriak - teriak. Ia melihat dolphins dan kami pun satu kapal semuanya teriak - teriak. Elmira berhasil merekam pada saat lumba - lumba sedang "say hi" dengan kita dengan loncat (ada di sneakpeek liburan saya di Youtube) 

The best ngabuburit ever!

GILI BEDIL - SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT

Kami ke Gili Bedil di Sumbawa, pulau ini hanya dihuni oleh satu keluarga, yang memiliki dua belas orang anak. 40 tahun yang lalu, seorang Bapak menemukan pulau ini, menanam pohon di pulau ini, dan tinggal di Gili Bedil selama bertahun - tahun. Apabila ada kebutuhan seperti belanja di pasar, mereka menggunakan kapal pergi ke seberang pulau karena ada kota disana. 

Dari Gili Bedil, kita melanjutkan perjalanan ke Moyo (lagi), saya melihat ular yang sedang memakan kodok dan merekamnya di GoPro. Saya baru pertama kali melihat seperti itu jadi seperti terlalu excited. 

Kami melanjutkan perjalanan dan kembali ke Kenawa keesokan harinya. Kenawa merupakan salah satu pulau favorit saya karena jam berapapun foto disini, hasilnya pasti akan bagus. 

Day 8

Sesampainya di Labuan Lombok, kami harus berpisah dengan keluarga baru di kapal, dengan awak kapal, dengan Pak Wadi tour guide yang super friendly dan jago masak. Kami melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan di Lombok Utara. Dari Labuan Lombok, diantar oleh bus dari Kencana ke Mataram, dari Mataram kita naik taksi menuju pelabuhan Bangsal, dan menyebrang ke Gili Trawangan, the party hardy island. 

Kami bersepeda keliling pulau, makan italian food karena dikapal ngga ada italian food, main ayunan hits, kami di Gili selama 2 malam, santai - santai dan banyak bertemu dengan bule - bule teman selama tour Flores di Gili Trawangan. 

Kami menginap di Meisya Cottage yang sangat bersih dan worth the price. (Gratis 3 sepeda dan alat snorkeling). Tetapi kami tidak snorkeling karena sudah kenyang dengan air. 

Day 9

Kita meninggalkan Party Hardy Gili dan lanjut ke Lombok Timur, tepatnya di Labuan Lombok. Untuk bertemu dengan Pak Wadi (tour guide Kencana) yang menyewakan kapal milik keluarganya agar kita bisa ke Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Lampu, dan Gili Kapal. 

GILI KAPAL, GILI KONDO, GILI BIDARA - LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT

Gili Kapal merupakan pulau gosongan yang apabila sedang pasang, pulau tersebut akan hilang tertutup oleh air. Lagi - lagi saya beruntung karena airnya sedang tidak pasang. Kita foto - foto di Pulau ini sampai puas, karena tidak ada lagi yang ke pulau kecil ini selain kita. 

Di Gili Bidara, kita berjalan mengelilingi pulau dan mendapatkan banyak sekali kerang dengan bentuk yang lucu - lucu. Dari kecil, saya suka sekali mencari kerang di pantai. Tapi, sekarang kerang yang saya temukan jauh lebih bagus dan beragam. Elmira juga menemukan bintang laut yang sudah mati di Gili Bidara. 

Lombok Timur ke Mataram sangatlah jauh. Sekitar 3 jam perjalanan dengan mobil. Kami makan malam di daerah Senggigi yaitu ada restoran baru namanya "Yessy Cafe Senggigi". Makanannya enak, dan harganya sepadan dengan rasanya. Setelah makan malam, kami ke Mataram untuk menginap karena tanggal 10 kami harus kembali ke Jakarta. 

Day 10

Seharusnya, kita kembali ke Jakarta hari ini. Tetapi, karena Erupsi Gunung Raung, Bandara Lombok ditutup jadi kita extend for one more day. Sebelumnya, kami ke bandara dulu untuk me reschedule tiket kami dan berbicara dengan pegawai Garuda Indonesia. Awalnya, tiket kami di reschedule untuk tanggal 17 karena mereka belum bisa memastikan tanggal 11 ada penerbangan atau tidak. Tetapi tidak mungkin saya tidak pulang dan berlebaran di Lombok(?) akhirnya, dengan segala kebawelan kita, finally.. kita dapat tiket tanggal 11 Juli, and we decided to stay at Kuta Lombok. Kami menginap di Hammerhead hotel. 

Hotel ini seharusnya harganya sekitar 850.000 permalam karena memang bagus dan bersih sekali. Tetapi, kami pesan dari traveloka dan hanya membayar 370.000 saja. 

KUTA - LOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT

Dengan segala perasaan yang tidak disangka - sangka karena masih berada di Lombok, kami menghabiskan sore di pantai Kuta, dan malamnya sambil menonton DVD yang disediakan oleh hotel, kami membeli terang bulan, nasi goreng, dan Souvlaki (makanan khas Yunani, semacam kebab, enak sekali!) 


Day 11

Sebelum ke bandara untuk pulang ke Jakarta, pagi harinya saya sempatkan lagi untuk berjalan - jalan di Pantai Kuta Lombok.

Sampai di Bandara, kami naik ke pesawat karena bandara sudah dibuka kembali dan kami kembali ke Jakarta. 

11 days. Going to another island, more than 1000 km from home, spending our holiday in the fasting month, meeting new people and having a new family, staying 6 days on the boat, having “sahur” with the boat crew, starting from being seasick till becoming used to it even after we get off, feeling like everything is moving when we are back on the land.

Showering with sea water, climbing the waterfall at Mojo Island, forgetting the guitar at the airport and having to pick it up again that same day, forgetting all the sunblock we bought in Jakarta and having to buy the new ones in Lombok. Learning to operate the boat, seeing the sun and the moon at the same time in the morning, being chased by komodos, seeing snakes that could kill people in 20 minutes, seeing dolphins in their habitat while looking at the sunset, having new brothers dan sisters from America, Turkey, Germany, Netherlands, Canada, England, and Switzerland. Having new uncles and aunties from France, Tunisia, Denmark, and Brazil.

Explaining why we didn’t eat our lunch, asking our new family their opinions about Indonesia and why they chose Indonesia as their holiday destination.

Going to so many beaches starting from the one with white sand up till the ones with pink and orange sand. Exploring Nusa Tenggara Barat from Lombok, Sumbawa, until Labuan Bajo. Going back to Lombok via Sumbawa, visiting an island occupied by a single family cause they found the island 40 years ago (the island named Gili Bedil / Gili Bola), going to Gili Trawangan with an outgoing taxi driver who taught us the Sasak language, chillin’ and relaxing at the famous Gili Trawangan, continuing our journey to East Lombok using a small boat owned by the family of our guide (also receiving discount). Staying in Mataram, having “sahur” at Mataram Mall, running to the place because we were running out of time, going to the airport which turned out to be closed because of the mountain eruption that happened the day before, so we had to extend our trip for a day and decided to stay in a very nice hotel which we were extremely lucky and got 60% discount , and then we ran out of money. Thankfully we had sponsors.

Thank you to everyone who were a part of the amazing journey, for the incredible experience and unforgettable memories, especially to my super cousins Mbak Rara and Elmira, and my lil brother, Idhan. Who were with me from the beginning to the end of our Lombok – Flores adventure.

And for Elmira, who will study abroad to the States next week, good luck, this farewell holiday was really fun and sweet and I can’t wait to do it all over again next year. See you on top!



0 Comments

Be the first to comment.